Advertisement

iklan

Antusiasme Vaksin Corona Mendingin, Dolar AS Lanjutkan Pelemahan

Euro unggul versus Dolar AS di rekor tertinggi dalam lebih dari sepekan, meski pasangan mata uang mayor lain cenderung lesu.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex - Greenback sempat tertekan kemarin sehubungan dengan kabar kemajuan dalam riset vaksin Corona yang dibuat oleh Moderna, sebuah perusahaan biotek AS. Tinjauan eksternal menepis optimisme yang muncul dari hasil riset vaksin tersebut, tetapi Dolar AS masih melanjutkan pelemahannya dalam perdagangan hari ini (20/Mei) lantaran sejumlah perkembangan terbaru dari negeri Paman Sam. Hal ini memberi peluang bagi EUR/USD untuk berkonsolidasi di rekor tertinggi dalam lebih dari sepekan, meski pasangan mata uang mayor lain cenderung lesu.

EURUSD DailyGrafik EUR/USD Daily via Tradingview.com

Pada hari Selasa, situs web medis terkemuka STAT menyampaikan komentar negatif tentang riset vaksin COVID-19 besutan Moderna. Menurut STAT, data awal riset tersebut kurang memadai untuk menjelaskan seberapa bagus kinerja vaksin tersebut. STAT juga menyampaikan beberapa faktor lain yang mengisyaratkan kalau optimisme terkait vaksin ini masih terlalu dini.

"Beberapa pakar vaksin yang diwawancarai oleh STAT menyimpulkan bahwa, berdasarkan informasi yang disediakan oleh perusahaan yang berbasis di Cambridge, Massachusets, tersebut, benar-benar tidak ada cara untuk mengetahui seberapa impresif -atau tidak- vaksin (Moderna) nantinya," demikian dilaporkan oleh STAT.

Bursa saham AS terpukul pada akhir sesi New York gegara memudarnya antusiasme pasar. Dow Jones Industrial Average (DJIA) jatuh 1.59 persen, S&P500 tumbang 1.07 persen, sementara Nasdaq Composite selip 0.54 persen.

Pelaku pasar juga menyoroti parahnya keterpurukan data dari sektor perumahan Amerika Serikat bulan lalu. Building Permits tercatat ambruk 20.8 persen (Month-over-Month) pada bulan April 2020, jauh lebih buruk ketimbang penurunan 5.7 persen pada periode sebelumnya. Rilis data Housing Starts bahkan menunjukkan kemerosotan 30.2 persen dalam kurun waktu yang sama.

Testimoni Ketua The Fed Jerome Powell ikut meredam sentimen risk-on. Hanya berselang beberapa hari setelah menampik spekulasi suku bunga negatif, ia balik badan. Sikapnya sontak meningkatkan kekhawatiran tentang efek suku bunga yang terlalu rendah di kalangan investor.

Di hadapan Komite Perbankan Senat AS, Powell mengatakan "Kami berkomitmen untuk menggunakan semua perangkat (kebijakan) kami untuk mendukung perekonomian dalam masa-masa yang menantang ini, meski kami memahami bahwa tindakan-tindakan ini hanyalah bagian dari respons sektor publik yang lebih luas."

Sementara itu, Euro masih di atas angin berkat proposal stimulus fiskal bersama yang diajukan oleh Prancis dan Jerman. Proposal mutualisasi utang Uni Eropa via European Commission tersebut menghadapi perlawanan dari Austria, Belanda, Denmark, dan Swedia. Akan tetapi, pasar masih mengharapkan munculnya proposal tandingan dengan misi serupa untuk menyelesaikan dilema sebagian anggota Uni Eropa yang tengah dilanda pandemi COVID-19 sekaligus krisis keuangan.

Download Seputarforex App

292968

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.