Advertisement

iklan

AS Akan Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia Tahun Depan

Amerika Serikat akan menggantikan Rusia menjadi produsen minyak terbesar dunia, paling lambat pada tahun 2019.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - International Energy Agency (IEA), sebuah lembaga internasional bidang energi yang berafiliasi dengan OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development), menyatakan bahwa Amerika Serikat akan menggantikan Rusia menjadi produsen minyak terbesar dunia, paling lambat pada tahun 2019. Saat ini AS terus menggenjot produksi minyak mentahnya, sementara Rusia, Arab Saudi, dan sejumlah negara produsen lain malah memangkas output.

AS Akan Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia

 

Produksi AS Tertinggi Sejak 1970-an

Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, mengatakan dalam sebuah acara di Tokyo bahwa Amerika Serikat "pasti tahun depan" akan menggantikan Rusia menjadi produsen minyak terbesar dunia, jika tidak tahun ini. Secara terpisah, Birol mengungkapkan pada Reuters bahwa ia menilai produksi minyak AS belum akan memuncak sebelum tahun 2020, dan kemungkinan tidak menurun dalam empat-lima tahun ke depan.

Output minyak mentah AS telah melesat sampai mencapai lebih dari 10 juta barel per hari (bph) pada akhir tahun lalu, hingga negeri ini menyingkirkan Arab Saudi dari posisi produsen minyak terbesar kedua dunia. Level output tersebut juga merepresentasikan level produksi tertinggi AS sejak sekitar tahun 1970-an.

Awal bulan ini, badan informasi bidang energi AS, US Energy Information Administration, menyampaikan bahwa output AS akan melampaui 11 juta bph pada akhir tahun 2018. Angka tersebut mengungguli level produksi Rusia yang saat ini masih kurang dari 11 juta bph.

 

Hambat Kenaikan Harga Minyak Global

Melonjaknya produksi minyak AS telah menghambat kenaikan harga minyak global. Meskipun negara-negara produsen minyak mayor seperti Rusia, Arab Saudi, dan OPEC bersepakat memangkas output, tetapi arus minyak AS justru mengalir deras. Impor minyak AS turun ke bawah 4 juta bph. Bahkan, ekspor minyak AS kian meningkat, perlahan-lahan menggerogoti porsi pangsa pasar OPEC dan Rusia di Asia.

Dalam catatan berbeda, harga Minyak hari ini terpantau menurun. Menjelang akhir perdagangan sesi Asia hari Selasa ini (27/Februari), Brent lengser 0.25% dari harga pembukaan ke 67.34, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) merosot 0.39% 63.72, menjelang rilis data penting besok. Data persediaan minyak mentah AS yang akan dipublikasikan oleh US Energy Information Administration pada hari Rabu malam diperkirakan menunjukkan kenaikan ke +2.675 juta barel, dari -1.616 juta barel pada pekan lalu.

282583

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.