Advertisement

iklan

AS Tak Lagi Labeli China Sebagai Manipulator Mata Uang

Pencabutan label China sebagai manipulator mata uang oleh AS semakin membuka jalan penyelesaian perang dagang antara kedua negara tersebut.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Nuansa risk-on semakin dominan pada perdagangan hari Selasa (14/Januari), setelah muncul kabar positif yang menambah optimisme menjelang penandatanganan kesepakatan dagang AS-China fase pertama. Pemerintahan Trump dikabarkan telah mencabut label "manipulator mata uang" yang selama ini mereka sematkan terhadap China.

Kabar Terbaru Terkait Deal Dagang Kian

Langkah AS dalam menghapus "julukan" China diberlakukan sesaat setelah rombongan delegasi asal Negeri Tirai Bambu tersebut tiba di Washington pada hari Senin kemarin (13/Januari). Sebagai catatan, AS selama ini menuduh China memanipulasi nilai tukar mata uang untuk menaikkan daya saing produk-produk ekspornya. Kecurigaan tersebut merupakan salah satu faktor yang menambah ketegangan hubungan dagang AS-China.

Dengan kesepakatan dagang fase pertama AS-China yang akan resmi ditandatangani oleh kedua belah pihak pada hari Rabu besok (15/Januari), kesediaan AS untuk menarik label manipulator mata uang tentu bisa semakin meredakan tensi di antara kedua belah pihak.

"Keputusan Washington untuk mencabut label China sebagai manipulator mata uang telah menambah suasana positif yang telah merebak sebelum penandatanganan perjanjian dagang fase pertama," kata Minori Uchida, kepala strategi Forex MUFG Bank.

 

USD/JPY Capai Level Tertinggi 8 Bulan, Waspadasi Koreksi

Tanda-tanda semakin meredanya konflik perdagangan AS-China semakin meningkatkan minat risiko pasar dan memantik aksi jual aset safe haven seperti mata uang Yen. Pada saat berita ini ditulis, pair USD/JPY berada di kisaran 110.08, menguat 0.12 persen dari harga Open harian. Ini merupakan level tertinggi USD/JPY dalam 8 bulan terakhir.

Kabar Terbaru Terkait Deal Dagang Kian

Secara teknikal, pair USD/JPY saat ini berada di jalur trend naik dalam Time Frame Daily, dan berpotensi melanjutkan reli bullish apabila kesepakatan dagang fase pertama secara resmi diteken pada hari Rabu. Namun, analis berpendapat jika kenaikan Dolar versus Yen kemungkinan akan menghadapi "perlawanan sengit" di atas level 110 Yen.

"(Sebenarnya), pengerakan pair USD/JPY dapat diukur dari perbedaan nilai Yield (Obligasi Pemerintah AS dan Jepang)... Tahun lalu, ketika Dolar berada di atas 110, selisih Yield adalah sekitar 2.4 persen dan sekarang gap hanya sekitar 1.8 hingga 1.9 persen. Saya memprediksi pair USD/JPY akan melemah apabila kesepakatan dagang tidak melampaui ekspektasi selama ini," ujar Uchida.

 

Selanjutnya, Anda juga dapat mendengarkan berita di atas dalam format audio berikut ini.

291631

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.