Advertisement

iklan

Asia Haus BBM, Harga Minyak Menanjak

Pasar mengkhawatirkan gangguan jalur distribusi di Timur Tengah, sementara jumlah rigs di AS terus menurun dan permintaan minyak dari Asia justru meningkat.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Harga minyak naik tipis pada awal sesi perdagangan Asia hari Senin ini (23/10). Pasar mengkhawatirkan gangguan jalur distribusi di Timur Tengah, sementara jumlah rigs di AS terus menurun dan permintaan minyak dari Asia justru meningkat.

Asia Haus BBM Harga Minyak Menanjak

 

Nyaman Di Atas 50 Dolar

Saat berita ditulis, harga minyak Brent naik 0.22% ke kisaran $57.91 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) menanjak 0.33% dari harga penutupan pekan lalu ke $52.06 per barel. Hal ini tak lepas dari masih tegangnya perseteruan antara tentara militan Kurdi versus tentara pemerintah Irak, serta menurunnya jumlah rigs di AS dalam laporan terbaru Baker Hughes.

Pasca referendum kemerdekaan Kurdi dari Irak, tentara pemerintah dikabarkan telah mengambil alih Kirkuk yang kaya minyak dari tangan militan Kurdi dengan lancar. Namun demikian, hari Minggu lalu dikabarkan bahwa ekspor minyak dari kawasan Kurdistan via pelabuhan Ceyhan hanya sekitar 200,000-250,000 bph, padahal dalam kondisi normal mencapai kisaran 600,000 bph.

"Harga minyak bertahan dengan nyaman di atas $50 karena kemungkinan gangguan suplai di kawasan Kurdi, Irak, mendukung harga," kata Willian O'Loughlin, analis investasi di Rivkin Securities, sebagaimana dikutip oleh Reuters. Lanjutnya lagi, "Produksi AS juga baru-baru ini terdampak oleh badai untuk kedua kalinya dalam beberapa bulan, dan jumlah sumur pengeboran berkurang untuk pekan ketiga berturut-turut."

 

Impor India Capai Rekor Tinggi

Pada hari Jumat, laporan Baker Hughes menyebutkan bahwa jumlah oil drilling rigs di negeri Paman Sam telah berkurang tujuh buah ke angka total 736 dalam periode sepekan yang berakhir tanggal 20 Oktober. Ini merupakan angka total terendah sejak bulan Juni.

Di sisi lain, permintaan dari China dan India yang masing-masing menduduki kursi importir minyak terbesar nomor satu dan nomor dua dunia, tetap tinggi. Rerata permintaan minyak China antara Januari hingga September berada pada 8.5 juta barel per hari (bph). Level impor India pun menyentuh rekor tinggi pada 4.83 juta bph di bulan September, naik 4.2% secara year-on-year (yoy) dalam catatan Thomson Reuters Analytic, sehubungan dengan peningkatan permintaan Bahan Bakar Minyak (BBM) lokal.

280698

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.

Teo
Akua udah ga laku, orang sekarang klo haus nyarinya BBM.. hahaha.

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone