Advertisement

iklan

Bank Sentral Dovish, Dolar Australia Terkatrol Rumor Dari China

Penulis

+ -

Keputusan bank sentral Australia (RBA) terbaru tak memberikan inspirasi positif bagi pelaku pasar maupun pergerakan dolar Australia.

iklan

iklan

Seputarforex - AUD/USD terpantau menggeliat sekitar 0.8 persen pada kisaran 0.6450-an pada awal perdagangan sesi Eropa hari ini (1/November). Keputusan bank sentral Australia (RBA) tadi pagi tak memberikan inspirasi positif bagi pelaku pasar, sedangkan sejumlah trader sudah mulai pasang mode "wait-and-see" menjelang pengumuman suku bunga yang lebih krusial dari Federal Reserve. Di sisi lain, sebuah rumor dari China justru memercikkan minat risk-on di kalangan pelaku pasar.

AUDUSD Daily Grafik AUD/USD Daily via TradingView

RBA tadi pagi menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 2.85 persen, kemudian memberikan isyarat untuk memperlambat kenaikan lanjutan. Kendati trader sudah memperkirakan besaran "rate hike" kali ini, rangkaian pernyataan RBA menyiratkan sikap yang lebih dovish daripada ekspektasi pasar.

"Ukuran dan waktu kenaikan suku bunga di masa depan akan terus ditentukan oleh data-data mendatang dan penilaian Dewan tentang prospek inflasi serta pasar tenaga kerja," ungkap pernyataan resmi RBA.

Rincian pernyataan RBA lainnya tak kalah pesimistis. RBA menaikkan proyeksi inflasi dari 7.8% menjadi 8.0% untuk tahun 2022, serta dari 4.3% menjadi 4.75% untuk tahun 2023. Padahal, proyeksi pertumbuhan GDP diturunkan dari 1.8% menjadi 1.5% untuk 2023, dan dari 1.7% menjadi 1.5% untuk 2024.

Analis dari Westpac menilai pernyataan RBA menandakan mereka akan memperlambat laju kenaikan suku bunga sembari mengevaluasi dampak kebijakan terhadap perekonomian. Namun, Westpac berpendapat RBA tetap harus terus menaikkan suku bunga dalam jangka waktu lebih lama agar dapat menekan inflasi.

"Kami sekarang memperkirakan kenaikan 25 basis poin masing-masing pada bulan Desember; Februari; Maret dan Mei," kata Bill Evans, Kepala Ekonom Westpac.

Proyeksi tersebut bukanlah suatu faktor yang suportif bagi dolar Australia, karena menandakan RBA akan menjadi salah satu bank sentral pertama yang mengerem siklus pengetatan moneter pasca COVID. Kendati demikian, AUD/USD cenderung menguat hari ini lantaran pelaku pasar tengah menantikan konfirmasi kebijakan suku bunga The Fed besok.

Aussie juga tersokong oleh perbaikan sentimen risiko pasar global hari ini, sehubungan dengan merebaknya rumor bahwa China akan mengakhiri kebijakan nol COVID yang telah memicu lockdown berulang kali selama lebih dari satu tahun terakhir. Banyak pihak menganggap pendekatan nol COVID sebagai salah satu penghambat pemulihan ekonomi, sehingga pasar menyambut hangat sinyal penghapusan kebijakan tersebut.

Download Seputarforex App

298467
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.