Advertisement

iklan

Bank Sentral Gandakan Quantitative Easing, Dolar New Zealand Terjungkal

Bank sentral New Zealand (RBNZ) tidak mengutak-atik suku bunga, tetapi langkah meningkatkan pembelian obligasi pemerintah telah menekan kurs NZD/USD.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Dolar New Zealand jatuh sekitar 1 persen versus Dolar AS pada akhir sesi Asia (13/Mei), menyusul keputusan bank sentralnya untuk meningkatkan skala program pembelian obligasi pemerintah. Saat berita ditulis, NZD/USD diperdagangkan sekitar level 0.6020-an, kembali mendekati level terendah minggu lalu. AUD/NZD juga melonjak lebih dari 1 persen ke kisaran 1.0756. Tapi keputusan RBNZ sebenarnya sedikit lebih hawkish dibandingkan spekulasi perubahan suku bunga menjadi negatif yang sempat mencuat beberapa waktu lalu.

NZDUSD DailyGrafik NZD/USD Daily via Tradingview.com

Dalam rapat kebijakan hari ini, bank sentral New Zealand (RBNZ) menegaskan bahwa suku bunga acuan akan tetap berada pada 0.25 persen hingga Maret 2021. Di saat yang sama, RBNZ meningkatkan jatah pembelian obligasi pemerintah dari NZD30 miliar menjadi NZD60 Miliar (sekitar USD36.3 Miliar). Sedangkan skala pembelian obligasi pemerintah daerah dipertahankan pada jumlah NZD3 Miliar.

RBNZ menyatakan pula bahwa pihaknya siap untuk memangkas suku bunga lebih lanjut atau menambah variasi kebijakan moneter longgar lain jika diperlukan. Menurut mereka, "Ini lebih baik daripada memberikan jumlah surplus lebih kecil sekarang, tapi menanggung risiko menyadari di kemudian hari (bahwa) lebih banyak yang seharusnya sudah dilakukan."

RBNZ menilai kebijakan moneter ultra longgar perlu terus dipertahankan demi menanggulangi perlambatan ekonomi akibat berbagai langkah pemerintah untuk membendung pandemi COVID-19. Proyeksi pertumbuhan ekonomi dalam periode setahun ke depan hingga Maret 2021 versi RBNZ menunjukkan kemungkinan kontraksi hingga 8.4 persen.

Komunitas internasional memandang pemerintah New Zealand termasuk salah satu otoritas yang paling sukses dalam mengendalikan pandemi virus Corona di kawasannya, berkat ketegasan PM Jacinda Ardern memerintahkan lockdown sejak dini. Namun, pemerintah New Zealand menanggung defisit dalam jumlah fantastis guna mensubsidi gaji karyawan dan perusahaan-perusahaan yang terdampak oleh lockdown. Pemerintah negeri Kiwi sejauh ini telah menganggarkan sekitar NZD20 Miliar untuk stimulus fiskal, dan berencana akan meningkatkannya lagi dalam waktu dekat.

Download Seputarforex App

292942

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


11 Jun 2020

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex

Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone