Advertisement

iklan

Bank Sentral Ingin Kurangi Rate Hike, Sterling & Aussie Amblas

Penulis

+ -

Pejabat top bank sentral Inggris dan Australia (RBA) menyampaikan wacana dovish dalam 24 jam terakhir, sehingga memicu kejatuhan GBP/USD dan AUD/USD.

iklan

iklan

Seputarforex - Sejumlah bank sentral utama mulai melontarkan wacana untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga (rate hike). Pejabat top bank sentral Inggris (BoE) dan bank sentral Australia (RBA) menyampaikan pandangan tersebut dalam 24 jam terakhir, sehingga memicu kejatuhan nilai tukar pound sterling dan dolar Australia terhadap dolar AS.

Kurs GBP/USD sempat mengunjungi level terendah 37 tahun dekat ambang 1.1400 kemarin. Posisinya mengalami perbaikan sedikit pada sesi New York, tetapi kembali longsor ke kisaran 1.1480-an pada awal sesi Eropa hari ini (8/September). Sementara itu, AUD/USD membukukan penurunan harian lebih dari 0.5 persen sampai menyentuh terendah 0.6713.

GBPUSD Daily Grafik GBP/USD Daily via TradingView

 

Perlu Bertindak Lebih Hati-hati

Gubernur BoE Andrew Bailey bersama beberapa koleganya menyampaikan testimoni di parlemen Inggris kemarin. Pelaku pasar awalnya berharap mereka memberi kisi-kisi untuk kenaikan suku bunga BoE yang lebih tinggi dalam bulan ini, tetapi harapan itu kandas.

Kepala Ekonom BoE, Huw Pill, mengungkapkan bahwa kebijakan pemerintah Inggris kelak dapat berperan dalam upaya mengatasi kenaikan inflasi Inggris. Sedangkan Silvana Tenreyro, salah satu anggota MPC BoE, memberi isyarat akan memperlambat laju kenaikan suku bunga ke depan.

Tenreyro mengingatkan bahwa perekonomian Inggris sudah mulai melambat, bahkan sejak sebelum dampak kenaikan suku bunga meluas. Di tengah situasi yang semakin genting, ia berpendapat peningkatan suku bunga perlu dilaksanakan dengan laju yang lebih lambat.

"Saya menilai bahwa langkah pengetatan yang lebih bertahap akan memungkinkan kita untuk mengurangi risiko-risiko tersebut, karena kita akan melihat efek dari data dan kita selalu bisa berhenti (menaikkan suku bunga sewaktu-waktu)," kata Tenreyro. "Jadi ini tentang melangkah perlahan ketika ada banyak ketidakpastian. Dan itu adalah penilaian saya."

 

Mendekati Garis Finis

Pengumuman kenaikan suku bunga RBA kemarin gagal mendongkrak kurs AUD/USD, karena pelaku pasar khawatir Australia sudah mendekati garis finis dari siklus pengetatan moneternya. Kekhawatiran itu terkonfirmasi oleh pernyataan Gubernur RBA Philip Lowe tadi pagi.

"Apabila hal-hal lainnya tetap sama, alasan untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga menjadi lebih kuat seiring dengan meningkatnya suku bunga," kata Lowe, "Seberapa tinggi tingkat suku bunga yang harus dicapai dan seberapa cepat kita sampai di sana akan bergantung pada data yang masuk dan prospek inflasi dan pasar tenaga kerja yang terus berkembang."

Menyusul pidato Lowe, para analis di ANZ Bank merevisi ekspektasi suku bunga RBA ke depan. Mereka memprediksi RBA akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis lagi pada bulan Oktober, tetapi ada pula kemungkinan RBA hanya menaikkan 25 basis poin. Sedangkan ekspektasi kenaikan suku bunga RBA untuk bulan November sudah berkurang sepenuhnya dari 50 menjadi 25 basis poin.

Download Seputarforex App

298198
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.