Advertisement

iklan

Bank Sentral Jepang Jadi Fokus Gosip, USD/JPY Selip

Penulis

+ -

USD/JPY ambles sekitar 3 persen dalam dua hari terakhir, sementara GBP/JPY dan EUR/JPY terperosok ke rentang terendah lima bulan.

iklan

iklan

Seputarforex - Yen Jepang menjadi mata uang mayor berkinerja terbaik pada perdagangan awal tahun ini. USD/JPY ambles sekitar 3 persen dalam dua hari terakhir hingga menyentuh rekor terendah delapan bulan pada kisaran 128.00 pada awal sesi New York hari Jumat (13/Januari). GBP/JPY dan EUR/JPY juga terperosok ke rentang terendah dalam lima bulan terakhir. Hal ini tidak lepas dari makin maraknya spekulasi pasar seputar prospek perubahan kebijakan bank sentral Jepang (BoJ).

USDJPY Daily Grafik USD/JPY Daily via TradingView

Aksi beli yen mulai merebak kemarin, setelah Yomiuri melaporkan bahwa rapat BoJ pekan depan akan meninjau efek samping dari kebijakan moneter longgarnya. Laporan yang sama mengungkap satu poin mengejutkan lagi: BoJ kemungkinan mengambil langkah untuk "meralat" distorsi dalam kurva yield obligasi pemerintah Jepang (JGB) yang timbul sebagai akibat dari kebijakan pengendalian kurva yield (YCC).

Berbagai spekulasi mencuat tentang bagaimana BoJ akan "meralat" distorsi kurva yield. Hasil survei Bloomberg terhadap 43 ekonom menunjukkan 42 responden meyakini BoJ belum akan mengubah kebijakan dalam rapat pekan depan. Sebanyak 38% responden memperkirakan perubahan kebijakan pada April atau Juni (tepat setelah pergantian Gubernur BoJ), sedangkan mayoritas memperkirakan normalisasi kebijakan BoJ mulai Juli. Sementara itu, Citigroup memprediksi BoJ akan mengakhiri kebijakan YCC pada pekan depan.

Arah spekulasi yang cenderung hawkish telah mendorong Hedge Funds untuk menggalang aksi short-selling atas obligasi pemerintah Jepang, sehingga yield meroket hingga 0.54% (menembus ambang batas target yield BoJ). BoJ tadi pagi langsung meresponsnya dengan melancarkan aksi pembelian JGB lagi, tetapi spekulasi pasar terus berlanjut.

"Saya pikir BOJ mungkin benar-benar mencoba untuk mengakhiri kontrol kurva yield," tulis Naomi Muguruma, Kepala Strategi Pendapatan Tetap di Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities, dalam sebuah catatan terbarunya, "Setelah jelas bahwa kurva yield tak terkendali, tidak akan ada pilihan tersisa bagi dewan kebijakan BOJ selain mengakhiri YCC."

Data inflasi Jepang turut mendukung ekspektasi pasar. Harga-harga konsumen di Jepang kini meningkat dengan laju paling cepat dalam empat dekade terakhir. Meskipun Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda kekeh berpendapat laju inflasi lambat laun akan mereda, pasar menilai tingkat inflasi yang lebih tinggi semestinya diikuti dengan tingkat suku bunga yang lebih tinggi pula.

Download Seputarforex App

298834
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.