Advertisement

iklan

Bencana Kebakaran Hutan Australia Turut Menghanguskan AUD/USD

Bencana kebakaran hutan Australia yang telah berlangsung berbulan-bulan, akhirnya mengusik nilai tukar Dolar Australia.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Dolar Australia merosot sekitar 1 persen ke kisaran 0.6870 terhadap Dolar AS dalam perdagangan hari ini (7/Januari). Sentimen risk-off sedikit berkurang karena absensi bentrokan frontal antara AS dan Iran di Timur Tengah, tetapi Aussie menghadapi tekanan bearish terhadap beragam mata uang mayor lain. Pasalnya, sejumlah pelaku pasar khawatir bank sentral Australia (RBA) bakal memangkas suku bunga untuk menstabilkan perekonomian di tengah tragisnya bencana kebakaran hutan yang melanda negara-benua tersebut.

AUDUSD Daily

Kasak-kusuk seputar pemangkasan suku bunga RBA kembali menggila seiring dengan bertambah parahnya bencana kebakaran hutan Australia. Sejak bulan September 2019 hingga sekarang, jumlah rumah yang terbakar telah mencapai lebih dari 2,000 unit. Sudah lebih dari 7 juta hektar lahan terbakar, tetapi api diperkirakan akan terus berkobar hingga beberapa pekan ke depan.

Bencana berskala nasional ini pun disinyalir akan berpengaruh buruk bagi perekonomian Australia. Dalam situasi seperti ini, RBA diperkirakan bakal mengambil tindakan untuk menstabilkan kondisi ekonomi.

"Dolar Australia menghadapi situasi sulit," kata Erik Bregar dari Exchange Bank of Canada, "Tak seperti Euro dan Pound, (AUD) tidak bisa menggantung ke data ekonomi yang positif untuk hari ini, dan karenanya kami kira pasar akan mengikuti nada risiko yang lebih besar, sehingga (AUD) memulai pekan ini secara negatif. Kami juga mendengar rumor bahwa RBA bisa jadi menggunakan situasi kebakaran Australia yang makin parah sebagai alasan untuk memangkas suku bunga lagi pada tanggal 4 Februari."

John J Hardy dari Saxo Bank juga mengamini spekulasi tersebut. Ia memperkirakan kebakaran Hutan Australia akan berdampak pada pertumbuhan Australia, sehingga RBA akan mengambil langkah dengan memangkas suku bunga pada bulan Februari mendatang.

291559

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.