BI Pangkas Suku Bunga 25 Poin, Rupiah Turun Tipis

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS bergerak dalam zona terbatas. Ada faktor yang menurunkan nilai tukar, ada juga faktor positif yang menopang penguatannya.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex - Rupiah bergerak terbatas atau sideways dengan kecenderungan melemah terhadap Dolar AS pada perdagangan Jumat (25/Oktober). Berdasarkan grafik Bloomberg, saat berita ini ditulis, USD/IDR melemah di kisaran Rp14,050, turun 0.06% dibandingkan level Open Harian.

nilai tukar rupiah

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menunjukkan pergerakan Rupiah yang menurun dari level hari sebelumnya di Rp13,996 ke Rp14,064.

 

BI Pangkas Suku Bunga Untuk Dorong Pertumbuhan

Direktur Riset Center Of Reform on Economics (CORE) Pieter Abdullah Redjalam memperkirakan Rupiah bergerak sideways dalam beberapa hari ke depan. Adanya penurunan tipis Rupiah terhadap Dolar AS disebabkan oleh investor asing yang merasa BI terlalu cepat menurunkan suku bunga acuan.

Pada Kamis (24/Oktober), Bank Indonesia (BI) mengumumkan pemotongan suku bunga acuan atau lebih dikenal dengan BI 7 Days Reserve Repo Rate (BI7DRRR) sebesar 25 basis poin. Langkah ini menyebabkan turunnya suku bunga dari 5.25% ke 5.00%. Hal ini menandai kali keempat BI memangkas suku bunga di tahun 2019.

"Hasil RDG (Rapat Dewan Gubernur) memutuskan BI7 Rate turun 25 bps menjadi 5.00% dari 5.25%, untuk mendorong pertumbuhan dan mempertahankan stabilitas, serta mendorong sisi permintaan pembiayaan, baik dari perbankan dan pasar modal," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam jumpa pers kemarin.

Dengan melakukan pelonggaran, BI mengharapkan penyaluran kredit ke depan semakin tinggi dan dapat mendorong momentum pertumbuhan konsumsi non pembangunan. BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan pada 2019 berada di titik tengah 5.00-5.25%.

 

Outlook Rupiah Masih Positif

Meski sedikit melemah pasca pengumuman suku bunga BI terbaru, ada juga faktor positif yang mampu menopang penguatan Rupiah, yaitu imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) yang masih relatif tinggi dan menarik dibandingkan dengan negara lain. Aliran modal asing pun diperkirakan tetap akan masuk ke Indonesia di tengah kondisi global saat ini, yang disebabkan oleh ketidakpastian Brexit dan negosiasi dagang AS-China.

Mengenai prospek penguatan Rupiah, BI menilai bahwa meredanya ketidakpastian pasar keuangan global dan prospek aliran masuk modal asing turut memberikan sentimen positif. Selanjutnya, BI melihat nilai tukar Rupiah masih stabil.

"Setelah selesai pelantikan Presiden, kami berharap untuk investor merealisasikan investasi agar pertumbuhan ekonomi lebih baik. Saat ini, mereka masih wait and see," ujar Perry.

290706

Sudah terjun di dunia jurnalis sejak 2013. Aktif menulis di media cetak, online, dan website pribadi dengan berbagai macam topik. Selain itu, juga trading saham sejak 2018.