Advertisement

iklan

BoE Diharapkan Pangkas Bunga Lagi, Pound Terjerembab

Trader Pound mengantisipasi kemungkinan BoE mengumumkan pemangkasan suku bunga dadakan lagi, sebelum rapat terjadwal pada tanggal 26 Maret mendatang.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Seputarforex.com - Pound merosot drastis dalam perdagangan akhir pekan lalu versus USD. Posisinya sempat melonjak tinggi seusai pengumuman Quantitative Easing oleh The Fed tadi malam, tetapi tertekan lagi ke kisaran 1.2288 pada pertengahan sesi Eropa hari ini (16/Maret). EUR/GBP juga melonjak hingga hampir 1 persen ke kisaran 0.9100-an, sementara GBP/JPY tumbang 2 persen ke kisaran 130.00.

GBPUSDGrafik GBP/USD Daily via Tradingview.com

Indeks saham utama benua biru kompak memerah dalam perdagangan awal pekan ini. CAC40 anjlok lebih dari 8 persen, sementara DAX terpuruk lebih dari 7 persen dan FTSE100 menurun lebih dari 6 persen. Pasar bereaksi negatif terhadap lockdown di berbagai negara di Eropa, mulai dari Italia hingga Spanyol. Sebagian Jerman dan Prancis juga sudah ditutup.

Inggris biasanya merupakan destinasi investasi atraktif selama masa ekonomi stabil, karena London merupakan pusat keuangan tertua dunia. Akan tetapi, hal ini juga membuatnya rentan terhadap aksi likuidasi dana investor pada masa-masa krisis keuangan seperti sekarang. Meski lebih tangguh daripada comdoll, Pound juga termasuk mata uang yang riskan terdampak oleh aksi risk-off.

Di sisi lain, Bank of England (BoE) diduga akan memangkas suku bunga lagi atau meluncurkan paket Quantitative Easing, karena baru memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin saja. Posisi suku bunga saat ini pada level 0.25 persen terhitung tinggi dibanding bank-bank sentral asal mata uang mayor lain. Oleh karena itu, pelaku pasar mulai mengantisipasi kemungkinan BoE mengumumkan pemangkasan suku bunga dadakan lagi, sebelum rapat terjadwal pada tanggal 26 Maret mendatang.

Hingga sekarang, Inggris masih mencatat salah satu angka penderita infeksi virus Corona terendah per kapita. Akan tetapi, pertumbuhan kasus baru meningkat pesat belakangan ini. Inggris mencatat 1391 kasus virus Corona, dengan 35 korban meninggal dan baru 20 orang pulih. Pemerintah Inggris telah mengucurkan anggaran sebesar 30 Miliar Pound secara khusus untuk menanggulangi dampak wabah ini terhadap perekonomian, memelopori stimulus fiskal masif di kalangan negara-negara maju.

292338

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.