BoE Tak Ubah Rate Jelang Pemilu, Forecast GDP Dipangkas

BoE mempertahankan suku bunga saat ini dengan perolehan suara 7:2. Proyeksi pertumbuhan Inggris dipangkas akibat Brexit dan pengaruh perlambatan eksternal.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Seputarforex.com - Satu bulan jelang pemilu Inggris, Bank of England (BoE) memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga di level 0.75 persen. Dari sembilan anggota Monetary Policy Commitee (MPC), tujuh di antaranya menyuarakan suku bunga tidak diubah. Yang mengejutkan, dua orang meminta suku bunga dipotong.

Beberapa saat setelah pengumuman BoE, Poundsterling merosot 0.3 persen dan diperdagangkan di kisaran 1.2808 per dolar AS. Sedangkan saat berita ini ditulis pada Jumat (08/November) pagi, GBP/USD terpantau flat dan diperdagangkan di posisi 1.2815.

gu

 

Dua Suara Untuk Rate Cut, GDP Diperkirakan Turun

Bank sentral Inggris mengumumkan bahwa mereka tidak akan melakukan penyesuaian apapun terhadap kebijakan moneter menjelang pemilu sela (snap election). Tujuh orang anggota MPC, termasuk Gubernur Mark Carney, memilih untuk mempertahankan suku bunga. Sedangkan dua orang yang berpandangan dovish adalah Jonathan Haskel dan Michael Saunders. Keduanya mengusulkan opsi pemotongan bunga sebesar seperempat persen.

"Dengan risiko No Deal Brexit yang menurun dalam beberapa waktu terakhir, maka kami mengekspektasikan bahwa ketidakpastian masyarakat dan bisnis juga akan surut. Kami pun berekspektasi bahwa pertumbuhan global akan pulih secara bertahap," demikian tertulis dalam Monetary Report BoE kemarin malam.

BoE berharap kebijakan rate yang mereka ambil dapat membantu pertumbuhan ekonomi Inggris. Namun, jika harapan tersebut tak terwujud, maka mereka mengakui suku bunga memang harus diturunkan demi memastikan agar target inflasi 2 persen dapat dilanjutkan.

Dalam outlook ekonomi terbaru, BoE memperkirakan pertumbuhan GDP Inggris tumbuh 1 persen dalam kurun waktu kurang lebih tiga tahun ke depan. Perkiraan tersebut lebih rendah dibandingkan dengan proyeksi pertumbuhan pada bulan Agustus lalu.

"Pertumbuhan ekonomi Inggris masih volatile tahun ini, khususnya karena persiapan Brexit. Memantau dari sisi atas dan bawah, pertumbuhan terbilang melembat. Kami mengekspektasikan pertumbuhan tahun ini akan merosot hingga setengah dari pertumbuhan 2018. Hal ini juga disebabkan oleh melambatnya pertumbuhan di negara lain. Pertumbuhan yang turun di sana, telah mengurangi permintaan terhadap barang dan jasa yang dijual oleh Inggris," papar BoE dalam laporannya.

290878

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.