Advertisement

iklan

Bostic Fed Nilai Kenaikan Suku Bunga 3 Kali Terlalu Banyak

Penulis

+ -

Menurut Raphael Bostic dari FED Atlanta, kenaikan suku bunga pada tahun 2018 cukup dua kali saja.

iklan

iklan

Seputarforex.com - Banyak pihak dari Fed yang telah berani bersuara perihal peningkatan suku bunga. Meski sebagian pengambil kebijakan menilai rencana Fed untuk menaikkan suku bunga 3 kali di 2018 sudah tepat, tetapi bagi sebagian lainnya dianggap harus ditelaah dan diteliti kembali. Hal ini diungkapkan oleh beberapa orang dari Fed, salah satunya Raphael W Bostic dalam pidatonya tadi malam.

Raphael Bostic

 

Dalam pidatonya Senin malam (8/Januari), Presiden Federal Reserve Bank of Atlanta, Raphael W Bostic mengatakan, "Fed mungkin hanya perlu menaikkan suku bunga 2 kali pada 2018 ini. Mengingat karena lemahnya laju inflasi dan kemungkinan hilangnya kepercayaan publik pada Bank Sentral untuk mencapai target inflasi sebesar 2%."

Kenaikan suku bunga ini baru-baru ini dianggap belum disesuaikan dengan kenaikan yield surat berharga 10 tahunan ini tambahnya. Oleh karena itu, Bostic berjanji akan terus menjaga nilai kenaikan surat berharga ini dengan kebijakan-kebijakannya. Menurut perhitungan dasarnya, Fed mungkin hanya perlu menaikkan suku bunga 2 kali tahun ini, lebih kecil dari tahun 2017 lalu, dimana Fed menaikkan suku bunga 3 kali. 

Bostic menambahkan, kekhawatirannya terhadap masyarakat yang mungkin akan kehilangan kepercayaaan pada komitmen atau kemampuan Fed untuk mencapai target inflasi. Kekhawatiran ini didasarkan pada sangat besarnya pengaruh tingkat kepercayaan dan ekspektasi masyarakat pada hasilnya kelak. 

Selain itu, Bostic berpendapat bahwa suku bunga netral yang akan membuat target inflasi terpenuhi atau setidaknya mendekati 2% adalah pada kisaran 1.25-1.50%. Tingkat Kenaikan Upah Minimum dan Tingkat Pengangguran dapat pula mempengaruhi tingkat inflasi secara signifikan.

Pasca pidato singkat dari Bostic ini, pergerakan mata uang USD ini belum terlihat signifikan. Namun saat berita ditulis, Indeks Dolar AS (DXY) menurun 0.12% ke 92.23, khususnya setelah USD/JPY melonjak akibat spekulasi soal reduksi pembelian obligasi pada awal sesi Asia pagi ini (9/Januari).

281852
Penulis

Meski berlatar belakang jurusan Biomedical Engineering, Muh Nuzul sudah menjadi trader forex sejak tahun 2013. Dengan dasar tekniknya, penulis ahli dalam membuat indikator dan Expert Advisor Metatrader. Hobi membaca dan menulis sejak kecil dan mulai aktif menulis di Seputarforex karena ingin membagikan pengetahuan selama menjadi trader.