Advertisement

iklan

China Siap Hadapi Perang Mata Uang

Penulis

+ -

Deputi Gubernur Bank Sentral China (PBOC), Yi Gang menyatakan, China "sepenuhnya siap" menghadapi perang mata uang.

iklan

iklan

Deputi Gubernur Bank Sentral China (PBOC), Yi Gang menyatakan, China "sepenuhnya siap" menghadapi perang mata uang.

"Dalam hal kedua kebijakan moneter dan mekanisme lainnya, China akan mempertimbangkan penuh kebijakan pelonggaran kuantitatif yang dilaksanakan bank sentral dari negara-negara asing," kata Yi, seperti dikutip dari kantor berita Xinhua, Sabtu (2/3/2013)

Seperti diketahui, para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari kelompok 20 negara (G20) bertemu di Moskow, bulan lalu. Mereka mempertajam sikap terhadap pemerintah yang mencoba memengaruhi nilai tukar dalam upaya menjinakkan spekulasi perang mata uang global.

Langkah tersebut menyusul anjloknya yen terhadap dolar dan euro didorong oleh kampanye Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe untuk pelonggaran moneter dalam upaya melawan deflasi selama 15 tahun.

Yen telah jatuh sekitar 11 persen terhadap dolar AS dalam tiga bulan terakhir, mengantisipasi stimulus yang lebih besar oleh pemerintah baru Jepang.

Yi mengatakan, perang mata uang dapat dihindari jika para pembuat kebijakan di negara-negara besar mengamati konsensus yang dicapai pada pertemuan G20, bahwa kebijakan moneter harus diarahkan terhadap ekonomi domestik.

Pemimpin regulator valuta asing China itu memperingatkan, pelonggaran kuantitatif di negara maju akan memengaruhi arus masuk modal ke pasar negara berkembang. Menurutnya, pelonggaran kebijakan tidak bisa menyelesaikan semua masalah ekonomi suatu negara.

Yuan China, minggu ini, dilaporkan naik 0,18 persen, sebagai kenaikan pertama sejak lima hari yang berakhir 18 Januari. Namun, tergelincir 0,04 persen atau 6,2237 per dolar pada penutupan perdagangan Shanghai, kemarin. Hal ini disampaikan Sistem Perdagangan Luar Negeri China Exchange, setelah laporan menunjukkan pertumbuhan manufaktur di negara itu melambat.

 

117466
Penulis

Mulai terjun di dunia trading akhir tahun 2009. Pertama kali belajar konsep Money Management dari seorang trader Jepang, kemudian berlanjut otodidak. Strategi trading berpatokan pada level Support dan Resistance (Supply and Demand), dengan dasar High Low yang pernah terjadi, ditunjang range market yang sedang berlangsung dan pembatasan risiko.