EUR/USD 1.067   |   USD/JPY 154.850   |   GBP/USD 1.237   |   AUD/USD 0.645   |   Gold 2,327.43/oz   |   Silver 27.31/oz   |   Wall Street 38,503.69   |   Nasdaq 15,451.31   |   IDX 7,159.97   |   Bitcoin 66,837.68   |   Ethereum 3,201.65   |   Litecoin 85.47   |   Dow Jones Industrial Average naik 0.69% menjadi 38,503. Indeks S&P 500 naik 1.20% menjadi 5,070. Nasdaq Composite naik 1.59% menjadi 15,696, 1 jam lalu, #Saham AS   |   PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan kenaikan laba bersih, mengantongi pendapatan senilai $311.01 juta hingga Maret 2024, 1 jam lalu, #Saham Indonesia   |   PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) mencetak pendapatan sebesar Rp994.15 miliar dengan laba bersih Rp129.11 miliar, 1 jam lalu, #Saham Indonesia   |   PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) menyiapkan dana Rp800 miliar yang bersumber dari kas internal untuk mengeksekusi rencana buyback 396.50 juta saham, 1 jam lalu, #Saham Indonesia

CPI Inti Jepang Naik Moderat, Yen Berupaya Menguat

Penulis

Kenaikan pajak penjualan berdampak terhadap naiknya Inflasi Inti Jepang akhir tahun lalu. Namun, trend inflasi masih diragukan bisa mencapai target BoJ dalam waktu dekat.

Seputarforex.com - Pada hari Jumat (24/Januari), Departemen Statistik Jepang merilis data Inflasi Konsumen Inti (National Core CPI) periode Desember 2019 yang naik 0.7 persen secara tahunan (Year-over-Year). Angka tersebut telah sesuai dengan forecast ekonom, dan lebih tinggi dari inflasi bulan November yang hanya tumbuh 0.5 persen.

Inflasi Konsumen Inti Jepang

Apabila perhitungan Core CPI tidak memasukan kategori energi dan bahan makanan segar, maka angka inflasi berada di level 0.9 persen, sedikit naik daripada data periode sebelumnya yang berada di level 0.8 persen. Secara keseluruhan, Inflasi Konsumen Jepang naik 0.8 persen di bulan Desember, lebih tinggi dari kenaikan 0.5 persen di sepanjang bulan November.

 

Dampak Kenaikan Pajak Mulai Terlihat

Inflasi akhir tahun lalu yang sedikit meningkat sebagian besar disebabkan oleh langkah Pemerintah Jepang dalam menaikkan pajak penjualan sejak bulan Oktober 2019. Keputusan ini berimbas terhadap kenaikan harga berbagai jenis barang, yang pada akhirnya dapat mengerek angka Inflasi.

Akan tetapi, rilis terbaru data CPI Inti Jepang hari ini masih jauh dari target Bank Sentral Jepang (BoJ) yang mematok inflasi ideal di kisaran 2 persen. Perlu diketahui, pekan lalu BoJ mempertahankan kebijakan moneter dengan membiarkan suku bunga ultra rendah, sehubungan dengan trend inflasi yang dinilai masih jauh dari target dan ketidakpastian global.

"Faktor faktor seperti kekurangan tenaga kerja dan kenaikan pajak penjualan telah mendorong perusahaan untuk menaikkan harga... Namun kami memperkirakan, trend inflasi Inti akan cenderung bergerak ke samping (konsolidasi) karena pertumbuhan upah yang lemah," kata Hiroaki Mutou, kepala ekonom Tokai Tokyo Research Institute.

Di sisi lain, analis memperkirakan jika perekonomian Jepang selama kuartal IV/2019 akan menyusut karena kenaikan pajak penjualan memukul pengeluaran konsumen yang selama ini menjadi kontributor utama GDP.

 

Yen Sedikit Naik Terhadap Dolar AS

Rilis data Core CPI Jepang pagi ini tidak terlalu menggerakan mata uang Yen terhadap Dolar AS pada sesi perdagangan Asia hari ini. Meskipun begitu, Yen terindikasi menguat tipis dari level Open harian di kisaran 109.46.

Inflasi Konsumen Inti Jepang Akhir

Pelemahan Dolar AS versus Yen Jepang dalam beberapa hari terakhir lebih disebabkan oleh sentimen penghindaran risiko oleh investor, sehubungan dengan merebaknya kekhawatiran global terkait wabah virus Corona jenis baru yang berasal dari China.

291764
Penulis

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.