Advertisement

iklan

Cuitan Donald Trump Makin Menggemparkan Pasar Minyak

Pernyataan spekulatif Presiden AS Donald Trump lagi-lagi menjadi katalis penting di pasar minyak. Ekspektasi pasar membubung hingga harga minyak naik 25 persen.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Pernyataan spekulatif Presiden AS Donald Trump lagi-lagi menjadi katalis penting di pasar minyak. Setelah sebelumnya mengatakan Rusia dan Arab Saudi akan segera mengakhiri perang harga mereka, ia belakangan mengungkapkan bahwa kedua negara itu bakal memangkas produksi hingga sekitar 10 juta barel per hari. Tak pelak, pernyataan yang disampaikan via Twitter tersebut mendorong harga minyak mentah meroket sekitar 25 persen pada sesi New York tadi malam.

Pergerakan harga minyak mentah tipe WTI maupun Brent telah termoderasi dalam perdagangan hari ini (3/April), tetapi masih terus melanjutkan rebound dari rekor terendah historis pada USD20-an per barel. Saat berita ditulis, WTI menduduki posisi USD25 per barel, sedangkan Brent mencapai kisaran USD29 per barel.

WTICOUSD Daily

Tadi malam, Trump menceritakan via akun Twitter-nya, "Baru saja berbicara dengan teman saya MBS (Putra Mahkota) Arab Saudi, yang berbicara dengan Presiden Putin dari Rusia, dan saya memperkirakan dan mengharapkan mereka akan memangkas sekitar 10 juta barel, dan mungkin lebih dari itu yang, jika terjadi, akan HEBAT untuk industri minyak dan gas."

Sekitar 23 menit kemudian, Trump meralat pernyataannya sendiri dengan menyatakan via akun yang sama, bahwa skala pemangkasan produksi minyak bisa mencapai 15 juta barel. Selang beberapa waktu, Saudi Press Agency mengirim cuitan yang menyatakan, "Kerajaan menghimbau untuk pertemuan penting bagi negara-negara OPEC+ dan kelompok negara-negara lain."

Rentetan peristiwa ini memperkuat ekspektasi pasar bagi komoditas minyak. Akan tetapi, Trump dikenal telah membuat banyak pernyataan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Oleh karena itu, pelaku pasar patut untuk terus wawas hingga muncul konfirmasi langsung dari pihak-pihak terkait.

Di satu sisi, tak semua pernyataan Trump itu benar. Trump boleh jadi memang telah berbicara dengan Putin, tetapi Reuters melaporkan Kremlin menampik pernyataannya bahwa Putin telah berbicara dengan Mohammed bin Salman (putra mahkota Saudi yang berjuluk "MBS") dalam pekan ini.

Di sisi lain, Trump memiliki kepentingan politik tinggi untuk mendorong harga minyak naik. CEO Pioneer Natural Resources, Scott Sheffield, pekan lalu mengingatkan bahwa kemerosotan harga minyak baru-baru ini dapat meruntuhkan industri shale AS. Apabila industri shale runtuh, maka Sheffield menilai Trump bisa kehilangan suara dari negara-negara bagian penghasil minyak di Amerika Serikat bagian selatan dan barat tengah dalam pemilu presiden bulan November kelak.

292532

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.