Advertisement

iklan

Data Inflasi Inggris Gagal Hapus Prospek BoE Rate Cut

Publikasi data inflasi Inggris menjelang rapat kebijakan BoE besok, kembali memantik spekulasi seputar prospek pemangkasan suku bunga.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Pound melanjutkan pelemahan dalam perdagangan hari ini (18/Desember), meskipun dalam laju yang relatif lebih lambat. Setelah terpukul oleh berita negatif terkait brexit kemarin, Pound didongkrak oleh kenaikan inflasi Inggris yang melampaui ekspektasi pada bulan November. Akan tetapi, laju inflasi tahunan masih jauh dari target yang ditentukan oleh bank sentral Inggris (BoE), sehingga gagal memudarkan spekulasi seputar prospek pemangkasan suku bunga.

Saat berita ditulis pada pertengahan sesi Eropa, pasangan mata uang GBP/USD diperdagangkan sekitar level 1.3111. Momentum bullish Pound belum sanggup pulih, karena PM Boris Johnson dikhawatirkan bakal memicu terjadinya "Hard Brexit" atau "No-Deal Brexit" tahun depan.

GBPUSD DailyGrafik GBP/USD Daily via Tradingview.com

Pertumbuhan inflasi Inggris tetap tercatat 1.5 persen (Year-on-Year) pada bulan November 2019, bukannya menurun ke 1.4 persen sebagaimana diperkirakan oleh pelaku pasar. Inflasi Inti (Core CPI) yang dianggap sebagai barometer inflasi konsumen lebih andal, juga stagnan pada level 1.7 persen.

Data ini kembali memantik perbincangan tentang prospek pemangkasan suku bunga. Sejumlah pihak menilai ada kemungkinan kecil BoE akan melakukan rate cut di masa depan, meskipun mayoritas analis yakin kalau suku bunga bakal dipertahankan pada level 0.75 persen dalam rapat kebijakan BoE yang diselenggarakan besok.

"Laju inflasi yang tidak berubah itu sedikit di atas proyeksi yang dibuat oleh BoE maupun forecast konsensus pada 1.4 persen. (Namun) dengan inflasi jauh di bawah target (2 persen), sedikitnya sinyal tekanan harga yang mendasari, dan pertumbuhan GDP yang berada di bawah tren, (kemungkinan) pemangkasan suku bunga pada hari Kamis (besok ataupun tahun depan -red) tidak bisa sepenuhnya diabaikan," kata Ruth Gregory dari Capital Economics.

Sedangkan Samuel Tombs dari Pantheon Macroeconomics berpendapat, "Bagaimanapun MPC (BoE) kemungkinan akan tetap berfokus pada inflasi yang tumbuh secara domestik, yang kami perkirakan akan terus menguat secara moderat, sebagai respons terhadap ketatnya pasar tenaga kerja dan kemungkinan kenaikan pertumbuhan GDP pada paruh pertama tahun 2020. Dengan demikian, kami terus berpikir bahwa investor saat ini keliru memperhitungkan peluang 50 persen untuk pemangkasan suku bunga oleh MPC pada paruh pertama tahun depan."

291363

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.