OctaFx

iklan

Data Ketenagakerjaan Inggris Mengamini Bias Dovish Bank Sentral

Tingkat pengangguran berkurang, tetapi rincian data ketenagakerjaan Inggris lain justru memperkuat isyarat perlambatan ekonomi.

Xm

iklan

FirewoodFX

iklan

Publikasi laporan ketenagakerjaan Inggris sore ini (12/November) menggambarkan kondisi ekonomi yang semakin melemah. Tingkat pengangguran secara tak terduga jatuh dari 3.9 persen menjadi 3.8 persen pada bulan September 2019. Namun, perubahan ketenagakerjaan tiga bulanan (Employment Change 3M/3M) mencetak angka -58k. Indeks pendapatan rata-rata plus bonus dan tanpa bonus juga kompak tergelincir ke 3.6 persen dalam periode September. Padahal, data ini sebelumnya diharapkan kokoh pada level 3.8 persen.

Data Ketenagakerjaan Inggris

UK Office for National Statistics (ONS) justru melaporkan bahwa data klaim pengangguran (Claimant Count Change) untuk bulan Oktober 2019 mengalami kenaikan pesat dari 13.5k menjadi 33.0k. Angka-angka tersebut jauh lebih buruk ketimbang estimasi awal yang dipatok pada 24.2k. Estimasi jumlah lowongan kerja pun menyusut dalam basis kuartalan dan tahunan.

Secara keseluruhan, data-data ketenagakerjaan Inggris mengarah pada perlambatan ekonomi, senada dengan laporan GDP kuartal III/2019 yang dipublikasikan hari Senin. Para analis pun semakin yakin bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) bakal memulai pemangkasan suku bunga pada tahun 2020.

Sekitar satu jam setelah rilis data, Sterling hanya melemah tipis 0.15 persen ke level 1.2834 versus Greenback. Pasalnya, optimisme pelaku pasar masih cukup tinggi dalam mengantisipasi pemilu Inggris bulan depan. Asalkan pemilu berlangsung lancar dan mencapai hasil yang dianggap positif, maka outlook pertumbuhan ekonomi diharapkan ikut bangkit pula.

Bursa judi Betfair menunjukkan prospek kemenangan mayoritas bagi partai Konservatif meningkat dari 40 persen menjadi 60 persen dalam tempo 24 jam terakhir, berkat pernyataan dukungan terbuka dari kelompok pro-Brexit. Prospek kemenangan mayoritas bagi partai yang dipimpin oleh PM Boris Johnson itu dianggap positif untuk keberlanjutan negosiasi brexit dengan Uni Eropa, sehingga bersifat bullish bagi Poundsterling.

290928

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.