Advertisement

iklan

Data Non-farm Payroll Unggul, Reli Dolar AS Tak Terbendung

Penulis

+ -

Dolar AS membuka perdagangan hari ini dengan menyusuri jalur menuju rekor tertinggi historis yang tercapai seusai rilis data Non-farm Payroll.

iklan

iklan

Seputarforex - Indeks dolar AS (DXY) melaju lebih dari 0.5 persen ke kisaran 107.50-an dalam perdagangan awal pekan ini (11/Juli). Greenback kembali menyusuri jalur menuju rekor tertinggi historis yang tercapai seusai rilis data Non-farm Payroll pada hari Jumat.

DXY Daily Grafik DXY Daily via TradingView

Data Non-farm Payroll AS mencetak peningkatan sebanyak 372k pada periode Juni 2022, atau lebih tinggi daripada ekspektasi konsensus yang sebesar 268k. Sementara itu, data periode Mei 2022 hanya direvisi turun dari 390k menjadi 384k. Tingkat pengangguran Amerika Serikat juga stabil pada level 3.6%.

Rangkaian data ketenagakerjaan tersebut menandakan kondisi ekonomi AS yang cukup solid untuk menghadapi beberapa kenaikan suku bunga The Fed secara agresif lagi. Konsekuensinya, ekspektasi suku bunga dan yield obligasi AS tetap tinggi.

Dolar AS juga tersokong oleh tingginya minat investor untuk cari aman di tengah kekhawatiran terhadap risiko resesi global. Apalagi, situasi politik di sejumlah wilayah seperti Jepang dan Inggris turut memperburuk iklim pasar.

GBP/USD terus berkonsolidasi di sekitar ambang 1.2000 seusai pengunduran diri PM Inggris Boris Johnson. Data GDP Inggris untuk kuartal II/2022 akan dirilis pada hari Rabu besok, tetapi pelaku pasar lebih menyoroti pemilihan pimpinan Partai Konservatif yang akan menggantikan Johnson.

EUR/USD amblas lebih dari 0.6 persen ke kisaran 1.0120-an. Krisis gas Eropa kian memburuk lantaran jalur pipa Nord Stream 1 akan ditutup untuk maintenance terjadwal pada 11-21 Juli. Publik khawatir Rusia takkan mengirim gas lagi lewat jalur tersebut meski maintenance telah usai kelak.

"(Dolar AS) bisa tetap mahal sampai risiko seputar inflasi global yang tinggi, ketahanan energi Eropa, dan outlook pertumbuhan China telah terselesaikan," kata analis dari Barclays dalam sebuah catatan untuk klien yang dilansir oleh Reuters, "(Data) CPI Amerika Serikat pekan ini akan menjadi kepingan puzzle yang penting karena The Fed (akan) memutuskan antara (kenaikan suku bunga) 50 atau 75 basis poin menjelang rapat (FOMC) Juli."

FOMC akan menggelar rapat berikutnya pada tanggal 26-27 Juli. Sebelum itu, pasar akan terus memantau data-data ekonomi dari negeri Paman Sam untuk memperhitungkan besaran "rate hike" yang bakal diumumkan.

Sejumlah bank sentral lain akan mengadakan rapat kebijakan dalam pekan ini. Konsensus memperkirakan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) bakal mengumumkan kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin pada hari Selasa, sedangkan Bank of Canada (BoC) diperkirakan meningkatkan suku bunga dari 1.50% menjadi 2.25% pada hari Kamis.

Download Seputarforex App

297932
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.