Advertisement

iklan

Data PMI Zona Euro Berakhir Tragis Di Tahun 2019

Data PMI Manufaktur dari berbagai negara anggota Zona Euro menutup tahun 2019 di area kontraksi, walaupun ada sedikit perbaikan dari estimasi awal.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Euro melemah hampir 0.2 persen pada kisaran 1.1195 terhadap Dolar AS pada pertengahan sesi Eropa hari ini (2/Januari), setelah rilis data sektor manufaktur yang lebih buruk dari berbagai negara anggota paling berpengaruh di Zona Euro. Posisi Euro juga melemah terhadap Poundsterling, meskipun data manufaktur Inggris sama-sama berkubang di area kontraksi.

EURUSD DailyGrafik EUR/USD Daily via Tradingview.com

Skor PMI sektor manufaktur Zona Euro secara keseluruhan mencapai 46.3 pada bulan Desember 2019, lebih baik ketimbang skor 45.9 yang dirilis dalam estimasi awal. Meski demikian, skor tersebut masih sangat jauh di bawah ambang 50.0, sehingga menunjukkan bahwa sektor manufaktur di kawasan ini masih dilanda resesi. Hasil survei per negara anggota Zona Euro juga terhitung buruk (baca juga: Apa Itu Indeks PMI Manufaktur?).

"Menghitung keseluruhan informasi dari Zona Euro secara keseluruhan tidak tampak cantik," kata Claus Vistesen, pimpinan ekonom Zona Euro dari Pantheon Macroeconomics, "Output dan pesanan baru masih terus menurun, dan meski laju kontraksi dalam pesanan baru telah melambat, gambaran keseluruhan tetap suram... Ke depan, kami optimistis data kuartal IV secara keseluruhan akan menyediakan sedikit bukti awal bahwa laju penurunan telah berkurang, tetapi kami tak mengharapkan banyak rebound pada paruh pertama tahun 2020."

Jerman lagi-lagi mencatat kinerja terburuk, dengan skor PMI merosot dari 44.1 menjadi 43.7. Padahal, negeri yang dipimpin oleh Kanselir Angela Merkel itu merupakan perekonomian terbesar di kawasan Zona Euro. Italia dan Belanda mengalami kemerosotan terburuk dalam lebih dari enam tahun terakhir. Irlandia, Spanyol, dan Austria juga mencetak skor PMI di bawah ambang 50.0. Hanya skor PMI dari sektor manufaktur Prancis dan Yunani yang masih menggantung tipis di area ekspansif.

291506

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


11 Jun 2020

Kesulitan Akses Seputarforex?

Lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone