EUR/USD 1.070   |   USD/JPY 155.380   |   GBP/USD 1.246   |   AUD/USD 0.650   |   Gold 2,331.99/oz   |   Silver 27.43/oz   |   Wall Street 38,085.80   |   Nasdaq 15,712.75   |   IDX 7,155.29   |   Bitcoin 64,276.90   |   Ethereum 3,139.81   |   Litecoin 83.16   |   EUR/USD dapat lanjutkan pemulihan selama support level 1.0700 bertahan, 13 jam lalu, #Forex Teknikal   |   Nilai kontrak baru PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) mencatatkan pertumbuhan sekitar 20,10% secara tahunan menjadi Rp4.9 triliun pada kuartal I/2024, 19 jam lalu, #Saham Indonesia   |   PT Citra Borneo Utama Tbk. (CBUT) menetapkan pembagian dividen tahun buku 2023 sebesar Rp28.84 miliar, 19 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Saham Meta Platforms Inc (NASDAQ: META) turun tajam sebesar 15.3% menjadi $417.83, mendekati level terendah dalam tiga bulan terakhir, 19 jam lalu, #Saham AS   |   S&P 500 turun 0.6% menjadi 5,075, sementara Nasdaq 100 turun 1.1% menjadi 17,460 pada pukul 19.49 ET (23.49 GMT). Dow Jones turun 0.2% menjadi 38,591, 19 jam lalu, #Saham AS

Dikejutkan Kenaikan Stok AS, Harga Minyak Anjlok 5 Persen

Penulis

Stok minyak mentah AS naik 3.3 juta barel dalam periode sepekan yang berakhir tanggal 2 Juni, padahal pasar mengekspektasikan penurunan sebesar 3.5 juta barel.

Seputarforex.com - Harga minyak amblas sekitar lima persen, setelah laporan Energy Information Administration (EIA) menyebutkan bahwa stok minyak mentah Amerika Serikat meningkat secara tak terduga. Padahal, hingga Kamis pagi ini (8/6) ketegangan diplomatik di Timur Tengah pun belum mereda.

Harga Minyak

Tadi malam, kontrak minyak mentah berjangka AS anjlok lima persen, atau $2.47 ke harga settlement terendah sejak tanggal 4 Mei. Saat berita ditulis pagi ini, WTI masih diperdagangkan di level rendah pada kisaran harga $45.85. Sementara itu, minyak mentah Brent berupaya merangkak naik setelah merosot empat persen di sesi perdagangan sebelumnya, tetapi hingga kini masih di kisaran $48.25 per barel.

Laporan EIA menunjukkan bahwa stok minyak mentah (crude inventory) naik 3.3 juta barel dalam periode sepekan yang berakhir tanggal 2 Juni; padahal pasar mengekspektasikan penurunan sebesar 3.5 juta barel. Ini merupakan peningkatan stok minyak mentah AS pertama dalam sepuluh pekan. Disinyalir, peningkatan terjadi akibat menurunnya aktivitas pengilangan dan ekspor.

Di sisi lain, investor masih terus menimbang dampak dari ketegangan diplomatik antara Qatar dengan empat negara Timur Tengah lainnya. Di ambang krisis pangan, Qatar dikabarkan tengah berkoordinasi dengan Turki dan Iran untuk menanggulangi sejumlah masalah yang dialaminya akibat pemblokiran berbagai jalur transportasi dan distribusi oleh Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.

Dengan kapasitas produksi sekitar 600,000 barel per hari (bph), Qatar merupakan salah satu negara dengan produksi terkecil dalam OPEC. Akan tetapi, ketegangan dalam tubuh OPEC membuat pelaku pasar khawatir konflik diplomatik bisa berkembang menjadi insentif untuk mangkir dari kuota yang telah disepakati dalam persetujuan akhir Mei lalu.

279225
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.