OctaFx

iklan

Dipicu Masalah Teknis, Binance Hentikan Layanan Sementara

Salah satu bursa kripto terbesar di dunia, Binance, mengalami masalah teknis yang menyebabkan mereka harus menghentikan sementara layanannya.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Dalam sebuah pengumuman resmi yang diterbitkan pada hari Rabu (19/Februari), Binance memutuskan untuk menghentikan layanannya dalam beberapa waktu guna menyelesaikan masalah teknis pada infrastrukturnya. Salah satu bursa kripto terbesar di dunia itu mengungkapkan bahwa saat ini sedang berlangsung pemeliharaan sistem yang tidak terjadwal, sehingga sebagian besar layanannya dihentikan untuk sementara waktu.

Hal ini akan berakibat pada tertutupnya mayoritas transaksi penting bagi klien seperti "deposit, withdrawal, spot trading, margin trading, P2P trading, lending, redemption, serta transfer aset dari sub-akun, akun margin, akun berjangka, juga fiat wallet".

Di saat yang sama, Binance berusaha meyakinkan penggunanya bahwa entitas yang masih terafiliasi dengan Binance seperti Binance.US tidak terdampak masalah teknis ini. Sehingga, klien yang terdaftar di perusahaan afiliasi Binance masih bisa melanjutkan aktivitas transaksi seperti biasa.

Binance hentikan layanan

 

Tak Ada Dana Yang Hilang

Pendiri sekaligus CEO Binance, Changpeng Zhao, menjelaskan bahwa salah satu pusher data pasar mengalami masalah, tetapi matching engine yang digunakan tidak mengalami masalah, sehingga tidak ada dana atau data klien yang hilang. Secara terpisah, Zhao juga mengatakan bahwa perdagangan berjangka akan beroperasi secara normal karena menggunakan matching engine yang terpisah.

Sebagai upaya untuk memberikan kompensasi kepada kliennya, Zhao berjanji akan membebaskan klien dari biaya margin hari Rabu. Sejauh ini, Zhao terus menyampaikan update terbaru. Dalam konfirmasinya, permasalahan teknis yang sedang terjadi sudah hampir terselesaikan, dan klien akan memiliki waktu 30 menit untuk membatalkan transaksi sebelum perdagangan normal kembali dilanjutkan.

 

Bukan Kasus Pertama

Sebagai informasi, permasalahan teknis ini bukanlah permasalahan baru yang dialami oleh klien Binance. Pada 17 Februari silam, Binance merilis laporan terpisah terkait masalah kinerja pada platformnya. "Minggu lalu adalah minggu yang sulit. Kami memiliki sejumlah masalah kinerja, yang berdampak negatif terhadap aksesibilitas platform kami," ungkap perwakilan Binance.

Kala itu, platform perdagangan Binance tidak dapat memfasilitasi semua aktivitas pengguna dan memperbarui data pasar, order, juga saldo. Namun, perusahaan berjanji untuk segera menyelesaikan masalah ini, dan meminta kliennya yang dirugikan agar menghubungi Customer Service mereka.

Menanggapi masalah ini, beberapa pengguna Twitter berspekulasi jika Binance telah kembali menjadi korban peretasan. Meskipun demikian, sejauh ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa peretasan menjadi akar permasalahan yang dialami Binance pada awal tahun 2020 ini.

292055

Rama berstatus sebagai mahasiswa aktif tingkat akhir di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di kota Kembang. Awal mula perkenalan dengan dunia trading dimulai pada tahun 2014, saat masih mahasiswa baru. Instrumen trading yang pertama kali dikenal adalah saham Indonesia. Seiring berjalannya waktu, tertarik mengikuti trading forex juga. Strategi trading yang banyak digunakan diantaranya Harmonic Pattern dan Chart Pattern.