Advertisement

iklan

Dolar AS Beragam Pasca Rilis CPI Dan Rumor Deal AS-China

Di sesi perdagangan malam ini, Dolar AS digerakkan oleh beragam faktor. Dua di antaranya adalah rilis data Inflasi AS dan rumor soal kesepakatan sementara AS-China.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Inflasi AS naik sesuai ekspektasi di bulan Agustus, sehingga inflasi tahunan mencapai yang tertinggi dalam setahun. Namun demikian, hal ini tidak lantas memudarkan ekspektasi pasar akan pemotongan suku bunga The Fed minggu depan.

Departemen Ketenagakerjaan AS melaporkan bahwa Indeks Harga Konsumen (CPI) Inti, yang tidak menghitung komponen volatile seperti makanan dan energi, naik 0.3 persen dalam tiga bulan berturut-turut. Hasil tersebut lebih baik daripada ekspektasi penurunan ke level 0.2 persen. Sementara dalam basis bulanan, CPI AS tumbuh 0.1 persen di bulan Agustus. Meski turun dari periode sebelumnya, tetapi angka tersebut sesuai dengan ekspektasi.

united-states-inflation-rate-mom

 

 

Dolar AS Ikut Dipengaruhi Simpang Siur Kesepakatan AS-China

Meski tergolong berdampak tinggi, data inflasi AS kali ini bukan menjadi satu-satunya katalis bagi gerak Dolar AS yang cenderung beragam pada Kamis malam (12/September). Simpang siur soal isu perdagangan AS-China dan kenaikan yield obligasi US Treasury, turut berkontribusi dalam menambah sentimen bullish bagi Dolar AS.

Namun, saat berita ini ditulis pada Jumat dini hari, Indeks Dolar AS (DXY) sudah turun 0.26 persen ke 98.37. Sedangkan terhadap Yen, Dolar AS masih naik 0.30 persen ke 108.133, melanjutkan kenaikan USD/JPY yang sudah terbentuk sejak tanggal 04 September.

usdjpy

Dolar AS menguat terhadap Yen setelah Bloomberg News melaporkan bahwa pemerintahan Trump telah mendiskusikan penundaan atau pembatalan sejumlah tarif impor barang-barang China. Kesepakatan tersebut rencananya akan dibuat terbatas dan temporer.

Namun tak lama kemudian, CNBC melaporkan bahwa kabar dari Bloomberg tersebut dibantah oleh seorang pejabat resmi Gedung Putih. Pejabat tersebut menjelaskan bahwa AS tidak berencana membuat kesepakatan sementara dengan China.

Terlepas dari ketidakpastian di atas, Presiden Trump telah menyambut baik keputusan China untuk mengecualikan obat-obatan dari AS dan sejumlah produk pertanian dari pajak impor. AS pun merespon dengan menunda kenaikan tarif sejumlah produk China. (Baca juga: Tensi Dagang AS-China Kian Cair, USD/JPY Kembali Melambung)

290060

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


24 Sep 2019