iklan

Dolar AS Ditopang Divergensi Kebijakan Bank Sentral

Penulis

+ -

Indeks Dolar AS diperdagangkan di dekat level tertinggi sejak bulan April, masih didukung oleh sikap hawkish The Fed yang kontras dengan bank sentral negara maju lainnya.

iklan

iklan

Seputarforex - Pada perdagangan awal pekan (21/Juni), Dolar AS bertahan di dekat level tertinggi 2 bulan karena ditopang oleh sikap hawkish The Fed terhadap kebijakan suku bunga. Pada saat berita ini diturunkan, Indeks Dolar (DXY) yang mengukur kekuatan USD terhadap enam mata uang mayor lain berada di kisaran 92.25, tidak jauh dari level puncak yang tercapai di 92.40.

Sentimen Hawkish The Fed Berlanjut,

Sentimen pasar terhadap Dolar AS menjadi sangat bullish setelah The Fed mengisyaratkan kenaikan suku bunga lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Hal ini semakin dipertegas oleh Presiden The Fed St. Louis, James Bullard, yang mengatakan bahwa pengeseran kebijakan bank sentral menuju pengetatan moneter bisa terjadi lebih cepat. Ia beralasan jika pengetatan moneter merupakan respon alami yang akan diambil oleh The Fed dalam menyikapi lonjakan inflasi dalam beberapa bulan terakhir.

 

Penguatan Terhambat, Analis: Dolar AS Masih Bisa Naik Lagi

Di tengah reli yang cukup impresif dalam beberapa hari terakhir, analis memperkirakan bahwa Indeks Dolar kemungkinan akan bergerak mendatar (konsolidasi) terlebih dahulu sebelum menguat lebih lanjut. Di sisi lain, pergerakan Euro, Sterling, hingga trio mata uang komoditas (AUD, CAD dan NZD) pagi ini terlihat sedikit pulih. Kondisi ini dipicu oleh aksi profit-taking investor terhadap posisi Long dolar.

Pada akhirnya, perbedaan kebijakan moneter yang begitu mencolok antara The Fed dengan bank sentral negara maju lainnya seperti ECB, SNB, hingga RBA berpotensi mendorong penguatan Dolar lebih jauh.

"Dot plot terbaru The Fed adalah kejutan yang berarti… Dalam skenario yang akan terjadi di pasar, kita akan melihat potensi pelemahan mata uang Euro lebih jauh terhadap Dolar AS apabila ECB tetap mempertahankan kebijakan suku bunga seperti saat ini," kata analis Goldman Sachs dalam sebuah catatan.

Sejalan dengan pakar Goldman Sachs, Chris Weston yang menganalisis dari perspektif teknikal juga berpandangan bullish terhadap Dolar AS. "Secara teknikal, saya memperkirakan retracement Fibonacci 61.8 pada Indeks Dolar akan bertahan sebentar atau setidaknya kita akan melihat beberapa konsolidasi. Tampaknya hambatan teknikal pada DXY sangat kecil yang artinya proses reposisi Indeks Dolar menjadi bullish sedang berlangsung," kata Chris Weston, kepala analis valuta asing Pepperstone yang berbasis di Melbourne.

Download Seputarforex App

295902
Penulis

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone