OctaFx

iklan

Dolar AS Kian Kuat Merespon Apiknya Data ISM Non Manufaktur

Kenaikan data ekonomi AS menambah faktor bagi bullish USD malam ini. PMI Non Manufaktur AS naik mencapai level 54.7 di bulan Oktober 2019.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Dolar AS melanjutkan reli setelah data PMI Non Manufaktur AS rilisan ISM dilaporkan naik melebihi ekspektasi. Saat berita ini ditulis pada Selasa (05/November) malam, Indeks Dolar AS naik 0.41 persen dan diperdagangkan di kisaran 97.96, tertinggi sejak tanggal 30 Oktober. Sore tadi, mata uang AS tersebut juga menguat, ditopang perkembangan positif perundingan AS-China.

dxy

"USD kembali (menguat) hari ini, karena kebijakan China terhadap mata uangnya jelang kesepakatan dagang. Selain itu, kenaikan hasil survei ISM Non Manufaktur AS untuk bulan Oktober, menambah kekuatan bagi USD," kata John Hardy, Kepala Analis di Saxo Bank.

ISM melaporkan bahwa PMI Non Manufaktur AS atau yang sering disebut dengan PMI Jasa, mencapai level 54.7 di bulan Oktober 2019, naik dari 52.6 di bulan September. Hasil tersebut juga jauh melebihi ekspektasi kenaikan ke level 53.5 saja. Menurut ISM, kenaikan sektor jasa AS ini sebetulnya lebih disebabkan oleh "efek dasar statistik" karena kemerosotan yang lebih besar dalam indeks di bulan sebelumnya.

united-states-non-manufacturing-pmi

 

Menurut Andrew Gratham selaku ekonom CIBC Capital Markets, PMI Jasa ISM mencetak kenaikan lebih besar dari data PMI Manufaktur AS yang dirilis lebih dulu; laporan tersebut hanya menunjukkan kenaikan sedang. Angka PMI Non Manufaktur terbaru memang masih di bawah ambang 56-60 yang tercapai sepanjang tahun 2018 sampai awal tahun 2019. Namun setidaknya, sudah sesuai dengan pertumbuhan ekonomi AS yang sedang. Hasil itu juga sudah sejajar dengan angka GDP yang terbaru.

Di samping data PMI Jasa, menyusutnya defisit perdagangan AS rupanya juga dipertimbangkan oleh para trader malam ini untuk membeli USD. Departemen perdagangan AS mencatat bahwa defisit perdagangan menyusut 4.7 persen ke $52.5 miliar pada bulan September, karena surplus petroleum untuk pertama kalinya. Namun secara keseluruhan, ekspor dan impor AS masih turun di bawah ekspektasi gara-gara kenaikan bea impor dan perlambatan ekonomi.

290850

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.