Advertisement

iklan

Dolar AS Makin Lemah Pasca Rilis PMI Manufaktur ISM

Dolar AS melemah ke level rendah satu bulan menyusul tergelincirnya PMI Manufaktur ISM dan potensi Rate Cut The Fed akibat Corona.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Rilis data PMI Manufaktur ISM Amerika Serikat Senin (03/Maret) malam ini semakin menekan Dolar AS. Selain itu, mata uang yang sebelumnya telah tertekan oleh potensi pelonggaran moneter The Fed ini turun ke level rendah satu bulan akibat isu virus Corona.

Indeks Dolar (DXY) yang mengukur kekuatan Dolar AS terhadap enam mata uang lainnya, anjlok 0.78 persen saat berita ini ditulis. Indeks Dolar AS kini diperdagangkan di 97.36, level terendah sejak tanggal 03 Februari.

dxy

 

Gangguan Suplai Akibat Corona Menekan Manufaktur

Setelah naik pesat ke 50.9 pada Januari 2020, PMI Manufaktur ISM untuk bulan Februari kembali tergelincir. Aktivitas pabrikan AS menduduki level 50.1, lebih rendah daripada ekspektasi penurunan ke 50.5 saja. Pesanan-pesanan baru terkontraksi dari 52 ke 49.8, pun demikian dengan tingkat produksi yang melambat dari 54.3 menjadi 50.3.

pmi-ism-manufaktur-as

Sejak enam bulan terakhir, pertumbuhan manufaktur AS memang sudah seret karena perang dagang dengan China. Wabah virus Corona kemudian muncul menjangkiti China di awal tahun 2020 dan menyebar ke negara-negara lain. Hal ini menambah pukulan bagi sektor manufaktur AS akibat terganggunya rantai suplai.

 

The Fed Buka Potensi Rate Cut

Wabah virus Corona, meski tak se-mematikan SARS, turut mempengaruhi pertumbuhan pasar global. Para investor panik setiap update pasien Corona dilaporkan bertambah. Otoritas bank-bank sentral di sejumlah negara merasa perlu andil menangani hal ini, tak terkecuali bank sentral AS.

Pada tanggal 28 Februari kemarin, Ketua The Fed menerbitkan pernyataan yang menyebutkan bahwa pihaknya akan "bertindak dengan penyesuaian" demi mendukung perekonomian. Hal ini dilakukan menyusul laporan adanya WN Amerika Serikat yang terjangkit virus Corona secara misterius karena mengaku tak pernah ke luar negeri. Pasar pun mengeksepektasikan pemotongan suku bunga The Fed pada FOMC bulan ini. Akibatnya, Dolar AS semakin melemah.

"Dolar AS terus berlumuran darah gara-gara penyebaran virus Corona, memberatkan ekspektasi taktik 'shock and awe' pemotongan suku bunga oleh bank sentral Amerika," kata Joe Manimbo, analis pasar dari Western Union Business Solution.

292188

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


11 Jun 2020

Kesulitan Akses Seputarforex?

Lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone