iklan

Dolar AS Melemah Karena Kabar Baru Tentang Negosiasi AS-China

Optimisme pejabat AS mengenai negosiasi AS-China mendongkrak minat risiko pasar, sehingga Dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang mayor.

iklan

iklan

Indeks Dolar AS (DXY) melemah 0.15 persen ke level 96.44 pada awal sesi Eropa, setelah beredarnya sejumlah kabar positif baru terkait upaya negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Dolar AS masih unggul versus Yen, dengan pasangan mata uang USD/JPY menanjak 0.20 persen ke kisaran 109.84. Namun, Greenback melemah terhadap mayoritas mata uang mayor lainnya.

Dolar AS Melemah Karena Kabar Baru Tentang Negosiasi AS-China

Dalam sebuah wawancara dengan CNBC pada hari Kamis, Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross menyampaikan, ada peluang cukup besar bagi tercapainya kesepakatan dagang antara AS dan China, dan kedua belah pihak sama-sama punya keinginan kuat untuk mencapai solusi. Ross mengungkapkan bahwa kedua negara telah mencapai kemajuan dalam hal-hal yang "lebih mudah (untuk didiskusikan)", seperti berapa banyak produk Amerika tertentu yang akan dibeli oleh China, antara lain kedelai dan LNG.

Ia mengaku khawatir kalau kedua negara tetap memiliki kesenjangan cukup jauh dalam hal perdagangan. Katanya, "Perdagangan itu sangat kompleks. Ada banyak dan banyak sekali isu". Namun, kekhawatiran tersebut ditepis oleh pernyataan Penasehat Ekonomi Gedung Putih, Lawrence Kudlow, beberapa saat setelahnya. Menurut sosok tersebut, Presiden Donald Trump optimis terhadap negosiasi perdagangan ini.

Kedua kabar di atas mendorong ditanggalkannya kekhawatiran pasar sebelumnya mengenai topik yang sama, setelah pemerintah AS menolak diskusi pendahuluan menjelang kunjungan Wakil Perdana Menteri China Liu He akhir bulan ini, serta bersikeras menuntut ekstradisi CFO Huawei yang dicekal Kanada bulan lalu. Dalam perdagangan hari ini, minat pasar pada aset berisiko tampak sedikit pulih, walau tak sepenuhnya bergairah kembali.

Pasangan mata uang AUD/USD menguat sekitar 0.10 persen, setelah kemarin dihantam oleh kabar kenaikan suku bunga hipotek NAB. Poundsterling juga sempat meroket cukup tinggi terhadap Dolar AS dengan dukungan rumor positif terkait Brexit.

287154

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone