Advertisement

iklan

Anggota Kongres AS meminta penggantian Ketua SEC, Gary Gensler, dengan alasan penyalahgunaan kekuasaan dan promosi agenda politik yang kontroversial, 1 hari, #Kripto Fundamental   |   Kondisi jenuh jual berpotensi memicu koreksi XAU/USD, 1 hari, #Emas Teknikal   |   USD/CHF bertahan di dekat puncak beberapa bulan, di atas level 0.9200 berkat penguatan USD, 1 hari, #Forex Teknikal   |   Menurut analisa UOB, pergerakan EUR/USD selanjutnya adalah di level 1.0430, 1 hari, #Forex Teknikal   |   Emiten rumah sakit, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. (SRAJ) menargetkan pendapatan usaha perseroan tumbuh 30% pada 2023, 1 hari, #Saham Indonesia   |   Kepala Eksekutif Meta Platforms (NASDAQ: META), Mark Zuckerberg, meluncurkan produk AI baru untuk konsumen pada hari Rabu, 1 hari, #Saham AS   |   Komisi Perdagangan Federal AS mengajukan gugatan antimonopoli terhadap Amazon.com (NASDAQ: AMZN) dan meminta pengadilan untuk mempertimbangkan memaksa peritel online tersebut menjual asetnya, 1 hari, #Saham AS   |   Saham C3.ai (NYSE: AI) Inc. mengalami kenaikan signifikan sebesar 3.34% menjadi $24.42 pada hari Rabu, mengakhiri penurunan beruntun selama lima hari, 1 hari, #Saham AS
Selengkapnya

Dolar AS Memantul Naik Pasca Komentar Hawkish Pejabat The Fed

Penulis

Presiden The Fed St Louis dan Kansas City mengutarakan bahwa bank sentral AS perlu melakukan tapering pembelian obligasi dengan segera. Dolar pun menguat.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex - Dolar AS naik pada Kamis (25/Agustus) malam setelah James Bullard, Presiden The Fed untuk wilayah St Louis memberikan komentar bernada hawkish. Dalam wawancaranya dengan CNBC, Bullard mengutarakan keraguannya pada ekspektasi melambatnya kenaikan inflasi AS dalam laju yang moderat. Oleh sebab itulah, bank sentral AS menurutnya perlu memulai tapering terhadap program pembelian obligasi.

"Kita mungkin tak membutuhkan pembelian aset pada saat ini," kata Bullard. "(Tetapi) kita harus segera taper dan mengakhirinya di akhir kuartal pertama tahun depan. Setelah itu, kita dapat mengevaluasi inflasi, atau bagaimana situasinya."

Bullard bukan satu-satunya pejabat The Fed yang memberikan pandangan hawkish. Dalam acara dengan Fox Business, Presiden The Fed Kansas City, Esther George, juga mengindikasikan kesiapan The Fed untuk melaksanakan rencana pengurangan stimulus.

"Dengan inflasi yang kuat dan pertumbuhan ketenagakerjaan yang diekspektasikan berlanjut, ada peluang untuk memulai pengurangan pembelian aset," kata George sembari menambahkan bahwa proses pengurangan pembelian aset lebih baik disegerakan.

 

Fokus Pasar Akan Segera Kembali Ke Powell

Pasca komentar kedua pejabat The Fed tersebut, Indeks Dolar AS naik 0.19 persen ke level 93. Analis Steve Ricchiuto dari Mizuho Securities berpendapat bahw Indeks Dolar juga terpantau naik ke atas level 93 sebagai level support sekitar dua minggu lalu. Kini, Indeks Dolar sebetulnya masih menguji level tersebut.

dxy

Komentar kedua pejabat The Fed tersebut muncul menjelang simposium tahunan The Fed di Jackson Hole yang akan dibuka akhir pekan ini. Ricchiuto memperkirakan, pasar akan segera mengabaikan pernyataan Bullard, mengingat ia tak memiliki hak suara dalam rapat FOMC. Oleh karena itu, trend Dolar tak akan serta merta berbalik menguat. Fokus pasar akan segera kembali ke komentar Powell di Jackson Hole nanti.

Di samping komentar para pejabat The Fed, malam ini AS juga merilis data GDP Preliminer kuartal kedua 2021 dengan kenaikan 6.6%. Level tersebut sedikit lebih tinggi daripada rilis sebelumnya di 6.5%, tetapi masih kurang dari ekspektasi pasar untuk kenaikan 6.7%.

Download Seputarforex App

296291
Penulis

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.