OctaFx

iklan

Dolar AS Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga Fed

Analis memeringatkan bahwa Dolar AS malah bisa menguat, jika Federal Reserve hanya memangkas suku bunga sesuai ekspektasi pasar saja.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan sideways pada kisaran 98.41 pada pertengahan sesi Eropa hari ini (18/September). Pair USD/JPY bertengger dekat rekor tertinggi tujuh pekan, sementara EUR/USD mundur sekitar 0.2 persen ke kisaran 1.1050. Pasar keuangan global dinaungi keresahan menjelang pengumuman suku bunga Federal Reserve pada esok dini hari (01:00 WIB). Meskipun Fed merealisasikan ekspektasi pemangkasan suku bunga, Dolar AS belum tentu akan melemah.

DXY Daily

Sejumlah laporan ekonomi penting dijadwalkan rilis dari Amerika Serikat nanti malam, tetapi pelaku pasar memperkirakan mata uang akan bergerak terbatas saja hingga pengumuman suku bunga Fed. Sejumlah analis memeringatkan bahwa Dolar AS bisa jadi malah melonjak apabila Fed hanya memangkas 25 basis poin sesuai ekspektasi pasar, karena prospek itu sudah sepenuhnya diperhitungkan dalam kurs Dolar sekarang.

"Spekulan telah (membuka posisi) short secara berlebihan dalam Dolar," kata Yukio Ishizuki dari Daiwa Securites, sebagaimana dikutip oleh Reuters. Ia menambahkan, "Jika tak ada kejutan dari Fed, para spekulan harus melepas posisi short Dolar mereka. Reaksi terbesar akan terjadi pada Dolar/Yen, karena Anda tak bisa benar-benar membeli Pound atau Euro saat ini."

Pair GBP/USD masih diperdagangkan dekat level tertingginya sejak akhir Juli. Akan tetapi, Sterling mengalami koreksi terbatas hari ini karena meningkatnya risiko No-Deal Brexit dan melambatnya laju inflasi Inggris. Sementara itu, laporan inflasi konsumen Zona Euro juga kembali mencetak rekor yang mengecewakan.

Menurut Eurostat, laju inflasi Zona Euro stagnan pada level 1.0 persen (Year-on-Year) di bulan Agustus 2019. Inflasi inti juga mangkrak di level 0.9 persen (Year-on-Year). Situasi ini mengisyaratkan bahwa bank sentral Eropa (ECB) perlu mempertahankan kebijakan moneter longgar di kawasan 19-negara dalam waktu lebih lama, padahal pelonggaran moneter cenderung menekan nilai tukar mata uang.

290142

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


24 Sep 2019