Advertisement

iklan

Dolar AS Menguat Pasca Rilis PPI Dan Cuitan Trump Soal Fed Rate

Dolar AS menguat setelah rilis laporan Inflasi Produsen (PPI) AS dan komentar Trump mengenai tingkat suku bunga The Fed (Fed Rate) yang disebutnya kurang rendah.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Di sesi perdagangan Rabu (11/September) malam ini, Indeks Dolar AS (DXY) naik 0.35 persen ke 98.67, level tertinggi sejak tanggal 4 September. Penguatan ini sekaligus menyudahi trend sideways yang terbentuk sejak akhir pekan lalu.

dxy

 

Inflasi Produsen AS Naik

Salah satu katalis pendukung kenaikan Dolar AS malam ini adalah rilis PPI (Indeks Harga Produsen) bulan Agustus yang naik melebihi ekspektasi. Departemen Perdagangan AS melaporkan, PPI dalam basis bulanan naik ke 0.1 persen, sedikit mengungguli ekspektasi penurunan ke 0.0 persen. Sedangkan Final Demand PPI AS dalam basis tahunan naik tipis dari level 1.7 persen ke 1.8 persen.

united-states-producer-prices-chang

Core PPI AS--yang mengukur perubahan harga barang dan jasa yang dijual oleh produsen di luar makanan dan energi--menunjukkan kenaikan lebih gemilang, yakni dari -0.1 persen ke 0.3 persen. Hasil tersebut juga lebih tinggi daripada ekspektasi kenaikan ke 0.2 persen.

 

 

Trump Lagi-Lagi Desak The Fed Terapkan Suku Bunga Nol

Menyusul laporan tesebut, Presiden AS Donald Trump kembali mengusik bank sentralnya. Dalam rangkaian cuitannya malam ini, Trump menginginkan agar The Fed membabat habis suku bunga, bahkan menuju ke level negatif bila perlu.

"Federal Reserve harus menurunkan suku bunga ke NOL, atau kurang dari (nol); dan kita harus mulai untuk melakukan refinance terhadap utang-utang kita. SUKU BUNGA DAPAT DITURUNKAN, sambil memperpanjang term secara substansial," kicau Trump.

Sambil menyebut bahwa The Fed terlalu keras kepala, Trump mengatakan jika suku bunga negatif dapat menyelamatkan anggaran pemerintah dari utang-utang. Ia juga mengutarakan bahwa Jerome Powell dan rekan-rekannya tak mau meniru langkah negara lain.

Entah Trump menyadari atau tidak, menurut para ekonom, bank-bank sentral negara lain seperti Jepang dan Eropa realitanya sedang kelimpungan menghadapi efek samping suku bunga negatif yang mereka terapkan. Selain itu, suku bunga yang terlalu rendah juga akan sulit untuk menaikkan inflasi.

Komentar Trump di atas cukup berlainan dengan pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell akhir pekan lalu. Kala itu, Powell mengatakan bahwa suku bunga rendah The Fed saat ini banyak berkontribusi pada kuatnya ekonomi AS. Powell merasa puas akan keputusannya untuk menurunkan suku bunga di awal tahun, dan mengatakan bahwa The Fed akan selalu fokus menjalankan tugasnya untuk menjaga stabilitas ekonomi AS secara independen.

290044

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.