Dolar AS Merosot Setelah Rilis Data ADP Employment Change

Data ketenagakerjaan AS yang dirilis oleh ADP meleset dari ekspektasi. Akibatnya, Dolar AS melemah cukup dalam pada sesi perdagangan kemarin.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Seputarforex.com - Pergerakan Dolar AS terhadap mata uang Yen terus melemah pada perdagangan (03/Oktober), di titik terendah dalam sepekan. Selain tensi dagang AS-China yang tak berujung, kondisi ini disebabkan oleh tanda-tanda perlambatan pertumbuhan ekonomi AS, tepatnya dari sektor ketenagakerjaan.

Pada Rabu malam (02/Oktober), data ADP Nonfarm Employment Change yang mencerminkan pertumbuhan lapangan kerja swasta AS anjlok 14 persen ke 135,000 di bulan September, dan lebih rendah dibandingkan ekspetasi di angka 140,000. Adanya selisih antara angka perkiraan dan rilis aktual tersebut membuat minat pasar terhadap Dolar AS jatuh.

ADP

"Data (ADP Nonfarm Employment Change) rilis yang lebih rendah dibandingkan ekspetasi membuat pelaku pasar berpikir ulang dengan cepat. Tidak ada kabar baik untuk mendorong Bull (Dolar)," terang Kepala Penelitian di Pepperstone Group Melbourne, Chris Weston.

 

 

Investor Lari Ke Safe Haven Yen

Perlambatan ekonomi AS membuat pelaku pasar berpikir untuk investasi di pasar Asia. Akibatnya, nilai tukar Dolar AS pun melemah di hadapan mata uang Asia, terutama versus safe haven Yen. Salah satunya terlihat pada grafik di bawah ini yang menunjukkan USD/JPY terperosok di titik terlemah dalam sepekan ini. Dolar AS turun 0.56% pada perdagangan kemarin, dan melanjutkan pelemahan tersebut di sesi Asia hari ini.

kurs as versus jpy

Meski demikian, kemerosotan Dolar AS tidak terjadi serentak terhadap mata uang mayor lain. USD/CAD dan USD/CHF justru menguat signifikan, sementara Greenback melemah tipis versus Dolar New Zealand dan Dolar Australia.

 

PMI Non-Manufacturing AS Diprediksi Menurun

Malam nanti, ISM akan meluncurkan data PMI Non-Manufacturing AS bulan September yang diestimasi turun dari 56.4 ke 55. Perkiraan tersebut mengindikasikan lemahnya proyeksi pasar terhadap ekonomi AS, terutama setelah kemerosotan PMI Manufacturing di awal pekan ini.

"Jika karena alasan tertentu, (PMI Non-Manufacturing) merosot sampai ke 52, 53, atau level lain yang lebih rendah dari konsensus... maka hal itu akan meningkatkan kekhawatiran bahwa output jasa turut melambat, dan gambarannya akan sama jika ketenagakerjaan ikut melemah," kata Michael Gapen, Pakar Ekonomi AS dari Barclays.

290385

Sudah terjun di dunia jurnalis sejak 2013. Aktif menulis di media cetak, online, dan website pribadi dengan berbagai macam topik. Selain itu, juga trading saham sejak 2018.