Advertisement

iklan

Dolar AS Ngegas, Terpacu Pidato Powell Dan Prahara Ukraina

Penulis

+ -

Ketua The Fed Jerome Powell mengisyaratkan kenaikan suku bunga yang lebih agresif, sehingga memperkuat kurs dolar AS di pasar forex.

iklan

iklan

Seputarforex - Dolar AS melejit lebih dari 0.8 persen ke atas ambang psikologis penting 120.00 terhadap yen Jepang dalam perdagangan sesi Asia hari Selasa ini (22/Maret). Ketua The Fed Jerome Powell mengisyaratkan kenaikan suku bunga yang lebih agresif, sehingga memperkuat kurs dolar AS di pasar forex. Sedangkan panasnya situasi Ukraina telah melonjakkan harga minyak dan berdampak negatif bagi sejumlah mata uang lain.

USDJPY Daily Grafik USD/JPY Daily via TradingView

 

Selisih Yield Obligasi Makin Melebar

Dalam konferensi National Association for Business Economics, Jerome Powell mengatakan bahwa kenaikan suku bunga dalam jumlah lebih besar dari sebelumnya dapat diumumkan jika diperlukan untuk menghadapi kenaikan laju inflasi. Pernyataan itu memacu ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan sebesar 50 basis poin dalam rapat FOMC bulan Mei mendatang.

Fed Funds Futures kini memperhitungkan peluang sebesar 60.7% untuk "Fed rate hike" 50 basis poin pada Mei 2022, naik dari peluang 52% sebelum publikasi naskah pidato Powell. Ekspektasi suku bunga The Fed ke depan pun kian melambung. Tingkat suku bunga The Fed yang saat ini berada pada 0.5%, diperkirakan bakal mencapai lebih dari 2.5% pada tahun 2023.

Imbas pidato Jerome Powell menggema di pasar keuangan global. Indeks saham Wall Street rontok, sementara yield obligasi US Treasury meroket. Yield obligasi US Treasury 2Y, 5Y, 10Y, dan 30Y sekarang kompak menduduki rekor tertinggi masing-masing sejak tahun 2019. Pada gilirannya, kenaikan yield obligasi US Treasury juga mendongkrak kurs dolar AS.

Saat berita ditulis, indeks dolar AS (DXY) membukukan kenaikan 0.44%. Greenback unggul dalam semua pasangan mata uang mayor, terutama versus yen Jepang dan euro.

Haruhiko Kuroda hari ini menyampaikan bahwa Jepang harus mempertahankan kebijakan moneter longgar agar inflasi tak mencederai perekonomian. Pernyataan tersebut kontras dengan nada hawkish Powell, sehingga semakin memperlebar selisih yield obligasi pemerintah Jepang dan AS. Padahal, di samping Uni Eropa, Jepang juga termasuk negara yang dirugikan oleh kenaikan harga komoditas energi yang sedang berlangsung.

 

Tak Ada Kemajuan Dalam Perundingan

Memasuki hari ke-27 dalam perang Rusia-Ukraina, jalur damai masih buntu. Uni Eropa mempercepat penggalangan impor energi dari kawasan lain, sehingga membuka kemungkinan untuk menjatuhkan sanksi blokade ekspor energi Rusia. Sementara itu, Rusia mengepung dan membombardir kota pelabuhan Mariupol dengan tuntutan agar otoritas Ukraina setempat mengibarkan bendera putih.

Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, kemarin mengatakan, "Tak ada kemajuan signifikan yang dipastikan (dalam proses perundingan) sejauh ini. Mereka (Putin dan Zelensky) tidak memiliki apa-apa untuk diresmikan, tidak ada kesepakatan yang dapat mereka resmikan."

Rangkaian kabar tersebut melonjakkan harga migas untuk kembali menelusuri tren bullish-nya. Sebaliknya, euro terperosok lagi ke bawah ambang 1.1000 terhadap dolar AS dan kini beredar pada kisaran 1.0965. Kurs GBP/USD ikut terseret turun lebih dari 0.3 persen ke kisaran 1.3130-an, mengingat perekonomian Inggris juga terancam oleh dampak perang Rusia-Ukraina.

Download Seputarforex App

297510
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.