Advertisement

iklan

Dolar AS Stabil Pasca Data Inflasi Dan Isu Terbaru AS-China

Inflasi CPI AS turun dari periode sebelumnya, tapi dalam kisaran yang sesuai ekspektasi. Dolar AS terpantau stabil karena ditopang optimisme dagang AS-China.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Data ekonomi AS yang dirilis Selasa malam ini (14/Januari) terbilang kurang memuaskan. Dalam basis tahunan, inflasi konsumen AS (CPI) memang naik dari 2.1 persen ke 2.3 persen di bulan Desember 2019. Akan tetapi, CPI dalam basis bulanan justru turun sesuai dengan ekspektasi. CPI bulanan AS yang dinilai lebih berdampak pada nilai tukar Dolar AS ini melorot dari 0.3 persen ke 0.2 persen.

cpi-as

Laporan ini dirilis menyusul rendahnya data Ketenagakerjaan AS minggu lalu. Para ekonom mengatakan bahwa penurunan inflasi menandai adanya penurunan tajam dalam permintaan domestik, yang diakibatkan oleh jebloknya impor. Merespon laporan ini, Indeks Dolar AS (DXY) stabil di 97.38 dan cenderung flat sejak tanggal 09 Januari.

 

 

Dolar AS Menguat Versus Yen Karena Optimisme AS-China

Meskipun Indeks Dolar AS tidak menunjukkan banyak perubahan, USD/JPY diperdagangkan menguat. Saat berita ini ditulis pada hari Selasa (14/Januari) malam, USD/JPY berada di kisaran 110.008, melanjutkan reli sejak tanggal 06 Januari.

uj

Minat pasar terhadap aset berisiko meningkat dan permintaan terhadap aset-aset safe haven pun berkurang karena kabar positif dari kesepakatan dagang AS-China. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pihaknya telah mencabut pelabelan China sebagai manipulator mata uang. Hal itu dilakukan menyambut iktikad baik kedua negara yang akan segera menandatangani kesepakatan dagang Fase Satu pada hari Rabu (15/Januari) besok.

"Kesepakatan dagang ini bukanlah sebuah isu yang baru, tetapi setidaknya bagi para pelaku pasar, hal ini mengurangi sejumlah tekanan, kekhawatiran, dan ketidakpastian yang membayangi selama 2019 lalu," kata Mark Cormick, analis forex dari TD Securities Tokyo.

Sebelumnya, AS diketahui menuduh China telah memanipulasi nilai tukar Yuan dengan tujuan menaikkan daya saing barang-barang ekspornya. AS bahkan secara resmi menyematkan cap pada China sebagai salah satu negara manipulator mata uang.

291643

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.

W. W.
terima kasih buat ilmunya. saya baru belajar ternyata ada reaksi pasar yg meramaikan pasar mata uang usd/jpy