Advertisement

iklan

Dolar AS Terkoreksi Terbatas Pasca Lelang Obligasi US Treasury

Koreksi Dolar AS hari ini disinyalir hanya terbatas karena penurunan yield obligasi AS. Sentimen risiko pasar masih tinggi dengan meroketnya saham Wall Street.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Indeks Dolar AS melemah sekitar 0.12 persen ke kisaran 97.41 dalam perdagangan hari ini (27/Desember), sementara Greenback sempat mundur 0.15 persen ke rekor terendah harian 109.43 terhadap Yen Jepang. Meski demikian, optimisme seputar prospek penandatanganan kesepakatan dagang AS-China masih terus mengurangi minat beli aset-aset safe haven dan melambungkan sentimen risiko pasar. Koreksi yang dialami Dolar AS kemungkinan hanya terbatas.

USDJPY DailyGrafik USD/JPY Daily via Tradingview.com

Setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa ia akan segera menandatangani kesepakatan dagang dengan Presiden China Xi Jinping, sentimen risiko terus meningkat. Pair seperti USD/JPY dan AUD/USD bertahan di posisi tinggi, sementara bursa saham Wall Street berulang kali mencetak rekor tinggi baru.

Indeks Nasdaq Composite menembus ambang 9,000 untuk pertama kalinya pada sesi New York kemarin (26/Desember). Indeks Dow Jones dan S&P500 juga kompak mencetak reli impresif meski volume perdagangan cenderung minim. Kenaikan yang dicapai oleh saham-saham Wall Street didukung oleh meningkatnya optimisme terhadap prospek kesepakatan dagang AS-China dan berita tingginya penjualan Amazon.com selama musim liburan kali ini.

Dengan latar belakang tersebut, pelemahan Greenback disinyalir hanya bersifat sementara. Saat berita ditulis pada awal sesi Eropa hari ini, posisi USD/JPY pun sudah beranjak naik sedikit ke level 109.50.

"Walaupun penguatan Dolar terhapus sebagian karena penurunan yield US Treasury setelah lelang obligasi bertenor 7-tahunan, optimisme perdagangan AS-China telah menempatkan landasan yang solid di bawah (pergerakan) Dolar," kata Toshinobu Chiba, pimpinan manajer portofolio untuk investasi pendapatan tetap di Nissay Asset Management, sebagaimana dikutip oleh Reuters.

Lanjutnya, "Meski demikian, saya tak memperkirakan pergerakan besar ke arah mana pun di pasar hari ini karena perdagangan masih sepi lantaran pekan liburan."

Dalam lelang dini hari tadi, Departemen Keuangan AS (US Treasury Department) berhasil menjual obligasi bertenor 7-tahunan senilai USD32 Miliar berkat tingginya permintaan pasar. Menyusul laporan tersebut, yield obligasi AS bertenor 10-tahunan menduduki level 1.898 persen, dekat kisaran terendahnya dalam lebih dari sepekan terakhir.

291450

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.