Advertisement

iklan

Dolar Kanada Lemah, BoC Diprediksi Rate Cut Lagi Sebelum April

Harga minyak yang babak belur membuat Dolar Kanada sulit menguat terhadap Dolar AS, meskipun The Fed sudah melakukan dua kali Rate Cut bulan ini.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Dolar Kanada tak sanggup menguat versus Dolar AS meskipun mata uang Amerika Serikat itu sedang melemah. Pasalnya, kebijakan berbagai bank sentral di negara asal mata uang mayor untuk menopang ekonomi masing-masing dari dampak pandemi virus Corona, masih saja gagal menenangkan pasar. Saham-saham dan harga minyak runtuh, dan sebagai mata uang komoditas, Dolar Kanada tentu tak punya panggung bullish di pasar saat ini.

Di sesi perdagangan Senin (16/Maret) malam ini, USD/CAD naik 1.36 persen ke 1.3991, dekat puncak 1.400 dan menjadi yang tertinggi dalam tiga hari perdagangan terakhir.

ucad

 

Rate Cut The Fed Dapat Mendesak BoC Potong Bunga Lagi

Bank sentral AS kembali membabat suku bunganya dan menambah pelonggaran kuantitatif, setelah Rate Cut yang dilakukan pada tanggal 03 Maret lalu. Langkah tersebut diambil supaya ekonomi AS tak semakin memburuk di tengah merebaknya virus Corona yang semakin tak terkendali.

Saham-saham global dan harga minyak sebagai ekspor utama Kanada kembali megap-megap setelah The Fed mengambil kebijakan darurat kedua di bulan Maret ini. Harga minyak dunia bahkan terjun hingga 8.5 persen dan tinggal $29.03 saja per barel. 

Spekulasi bahwa Bank of Canada (BoC) akan ikut memotong suku bunganya pun meningkat, meskipun pada akhir pekan lalu, bank sentral tersebut juga telah memotong suku bunga sebanyak 50 basis poin ke level 0.75 persen.

Salah satu analis yang memprediksi pemotongan suku bunga BoC sebelum rapat berikutnya adalah Benjamin Reitzes, analis dari BMO Capital Markets. "Meragukan jika BoC akan menunggu sampai rapat kebijakan berikutnya di bulan April untuk memotong suku bunga 50 basis poin lagi," kata Reitzes.

Ekonomi Kanada tak bisa dikatakan stabil di tengah wabah Corona. Istri PM Kanada Justin Trudeau bahkan telah positif terinfeksi virus tersebut. Meski demikian, Trudeau memutuskan untuk tidak menutup wilayah perbatasan. Ia tidak menghiraukan seruan para medis yang mengatakan bahwa waktu terus berjalan dan akan semakin sulit untuk mencegah penyebaran virus jika Kanada tidak di-lockdown.

292340

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.