Dolar Lesu Kekurangan Katalis, Kesepakatan Dagang Dipandang Skeptis

Dolar menunjukkan performa beragam terhadap pair-pair mayor di tengah minimnya perkembangan dalam kesepakatan dagang AS-China.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Indeks Dolar AS (DXY) lengser tipis sekitar 0.1 persen ke level 97.90 dalam perdagangan sesi Asia (18/November). Pelaku pasar agaknya masih segan menentukan arah sentimen umum di tengah keresahan seputar kelanjutan kesepakatan dagang AS-China. Meskipun USD/JPY sedikit menggeliat di level 108.83, tetapi AUD/USD tergelincir ke kisaran 0.6807. Kinerja Dolar AS terhadap sebagian mata uang mayor lain juga cenderung beragam lantaran kurangnya katalis.

DXY Daily

Kasak-kusuk mengenai perundingan AS-China kembali mendapatkan angin segar. Tadi pagi, kantor berita Xinhua melaporkan bahwa kedua belah pihak yang bersengketa telah menjalani "diskusi konstruktif" selama akhir pekan. Hal ini senada dengan optimisme yang diekspresikan oleh Penasehat Gedung Putih Larry Kudlow dan Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross pekan lalu. Namun, pelaku pasar telanjur skeptis.

"Semua itu terdengar menjanjikan. Tetapi China telah menjadikan pembatalan sejumlah tarif (impor) sebagai prasyarat bagi perjanjian dan tidak jelas apakah Trump akan menyetujuinya... jadi intinya, hal ini masih belum dapat dipastikan." kata Marshall Gittler, pakar strategi analisis forex di ACLS Global, sebagaimana dilansir oleh Reuters. Ia menambahkan, "USD/CNY di atas 7.0 mengisyaratkan bahwa pasar belum yakin solusi sudah dekat."

Perdagangan hari ini cenderung sepi karena minim rilis data ekonomi berdampak tinggi pada awal pekan. Namun, investor dan trader akan terus meninjau perkembangan dalam negosiasi dagang AS-China. Selain itu, jadwal rilis notulen rapat The Fed dan ECB juga bakal dipantau untuk mewanti-wanti kemungkinan perubahan pernyataan yang tak terduga. Kedua bank sentral menyampaikan isyarat arah kebijakan moneter dan suku bunga tetap hingga akhir tahun ini, tetapi pelaku pasar masih haus petunjuk untuk arah kebijakan awal tahun depan.

290989

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.