Advertisement

iklan

Dolar New Zealand Menginjak Level Terendah Sejak Tahun 2015

Dolar New Zealand menjadi salah satu mata uang mayor dengan kinerja terburuk, karena minat risiko pasar merosot di tengah eskalasi konflik dagang AS-China.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Dolar New Zealand melanjutkan kemerosotan yang telah berlangsung sejak bulan Juli hingga menyentuh level terendah sejak September 2015 dalam perdagangan hari ini (28/Agustus). Saat berita ditulis pada awal sesi Eropa, NZD/USD diperdagangkan melemah pada kisaran 0.6343, sementara AUD/NZD meroket ke level tertinggi tiga bulan pada kisaran 1.0632. Sentimen pasar terhadap Kiwi terus memburuk seiring dengan eskalasi konflik dagang AS-China.

NZDUSD Daily

Minat risiko pasar semakin merosot sejak adu tarif AS dan China pada akhir pekan lalu. Seusai insiden narasi rancu Presiden AS Donald Trump di ajang G7, investor dan trader menilai prospek tercapainya kesepakatan kedua negara tetap minim hingga pemilu presiden AS tahun 2020. Mata uang komoditas seperti Dolar New Zealand dan Dolar Australia umumnya dijual oleh investor dan trader di tengah ketidakpastian seperti ini.

Menurut New Zealand Herald, Kiwi juga kemungkinan melemah akibat aliran dana korporat ke luar negeri. Akan tetapi, para dealer tak bisa memastikan skala sentimen yang melatarbelakangi fenomena tersebut.

"Perilaku (aksi jual pasar) siang ini jelas berhubungan dengan Dolar New Zealand," kata Peter Cavanaugh dari Bancorp Treasury Services, "Dalam lingkungan pasca G7 dan cuitan Trump, pasar bisa dengan mudah digerakkan oleh transaksi yang biasanya hanya sekejap saja di atas grafik."

Mata uang ini sempat menguat tipis pada pekan lalu, sehubungan dengan pernyataan Gubernur RBNZ bahwa bank sentral akan memantau perkembangan dan menunggu selama beberapa waktu sebelum melakukan perubahan kebijakan lagi. Akan tetapi, imbas dari pernyataan tersebut cenderung terbatas, karena arah kebijakan RBNZ secara umum tetap dovish. RBNZ diperkirakan melakukan pemangkasan suku bunga lagi dalam kuartal keempat tahun ini atau paruh pertama tahun depan, setelah memotong rate sebesar 50 basis poin pada awal bulan ini.

289848

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


24 Sep 2019