Advertisement

iklan

Dolar Tangguh, Abaikan Lonjakan Klaim Pengangguran AS

Dolar AS menguat sekalipun Klaim Pengangguran Amerika Serikat kembali melonjak lebih banyak daripada ekspektasi.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Klaim Pengangguran mingguan AS lagi-lagi meroket ke rekor tertinggi. Laporan dari Departemen Ketenagakerjaan AS yang dirilis pada hari Kamis (02/April) malam ini menunjukkan, permohonan tunjangan pengangguran naik dari angka periode sebelumnya yang 3.3 juta menjadi 6.65 juta. Hasil tersebut hampir dua kali lipat lebih tinggi daripada ekspektasi kenaikan klaim sekitar 3.5 juta saja.

klaim-pengangguran-mingguan-as

Menurut Richard Benson, Kepala Investasi dari Millennium Global Investment di London, skala peningkatan data Klaim Pengangguran mingguan tersebut sangatlah besar dibandingkan dengan ekspektasi, sehingga sulit sekali untuk menelaah data yang melatarbelakangi kondisi ini.

"Hal ini sangat, sangat buruk. Jadi, saya tidak yakin pasar akan tetap trading dengan (memperhatikan) data mengejutkan tersebut," kata Benson.

 

Analis Ekspektasikan Reli Dolar AS Terbatas

Analisis Benson tampaknya terbukti dengan tetap tangguhnya Dolar AS pasca rilis data Klaim Pengangguran. Indeks Dolar AS (DXY) naik 0.7 persen ke level 100.17, sedangkan EUR/USD melanjutkan penurunan 0.77 persen ke 1.0861. Sebagai informasi, Euro saat ini juga ditekan oleh sengketa stimulus fiskal di Zona Euro.

eurusd

Pasar lebih memilih untuk tetap membeli Dolar AS sebagai aset safe haven, merespon peringatan Presiden Trump mengenai sulitnya kondisi dalam dua pekan ke depan. Hal ini sehubungan dengan penyebaran virus Corona yang masih mengkhawatirkan. Total kasus COVID-19 di AS saat ini sudah lebih dari 215 ribu, peringkat tertinggi di dunia. Jumlah korban meninggal juga telah mencapai lebih dari 5,100 jiwa.

Kendati demikian, para analis mengekspektasikan bahwa reli Dolar AS tidak akan berlanjut. Pasalnya, bank sentral AS sedang menggiatkan kebijakan yang bersifat menurunkan apresiasi Dolar AS, sehubungan dengan kebutuhan global akan likuiditas mata uang tersebut. Kemarin, The Fed telah menyatakan akan melonggarkan aturan Leverage untuk sementara waktu bagi bank-bank besar, dengan cara membebaskan investasi tertentu dari perhitungan leverage utama.

292524

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.