Advertisement

iklan

ECB Kehilangan Anggota Hawkish, Euro Terpukul

Sabine Lautenschläger resmi mengundurkan diri per 31 Oktober. Keputusan ini kemungkinan diambilnya karena ia merasa kurang puas terhadap kebijakan moneter ECB.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Anggota Dewan European Central Bank (ECB), Sabine Lautenschläger, memutuskan resign pada 31 Oktober mendatang. Surat pengunduran diri mantan Wakil Presiden Deutsche Bundesbank ini telah sampai di tangan Presiden ECB Mario Draghi. Karena datang secara tiba-tiba, keputusan ini menimbulkan spekulasi dari beberapa pengamat. Pasalnya, ada gap besar antara "penganut" hawkish dan dovish dalam tubuh ECB, dan Lautenschläger dikenal sebagai anggota yang berpandangan hawkish.

Sabine Lautenschläger

 

Diduga Tak Setuju Kebijakan Moneter Longgar ECB

Sabine Lautenschläger tidak mengkonfirmasi alasan mengapa ia undur diri dari posisinya di ECB. Namun, para analis memperkirakan langkah ini diambil sebagai bentuk protes terhadap keputusan ECB yang melakukan pelonggaran moneter untuk menstimulus ekonomi Zona Euro.

Pada 12 September lalu, ECB telah mengumumkan pemangkasan suku bunga deposit sebesar 10 bps, dari -0.40% menjadi -0.50%. ECB juga mengaktifkan kembali program pembelian aset atau Quantitative Easing (QE) yang sempat diberhentikan pada akhir tahun lalu. Program pembelian aset ini akan dimulai pada 1 November dengan nilai 20 miliar Euro per bulan.

"Keputusan (pengunduran diri Lautenschläger) itu mungkin karena ketidaksetujuan dengan keputusan ECB terkait pelonggaran kebijakan moneter yang memecah belah internal ECB. Lautenschläger bukan anggota pertama dari Jerman yang resign. Sebelumnya pada tahun 2011, Axel Weber and Jürgen Stark juga pernah mengundurkan diri," kata Mathias Van der Jeugt dari KBC Markets di Brussels.

Pendapat Van der Jeugt senada dengan komentar Kepala Ekonom ING Jerman, Carsten Brzeski:

"Tidak jelas apa motivasinya untuk mengundurkan diri. Ini mungkin karena alasan pribadi, tapi (bisa) juga protes terhadap keputusan ECB baru-baru ini. Seperti tradisi orang Jerman sebelumnya saat Axel Weber and Jürgen Stark resign," ujar Brzeski.

Menurut Brzeski, jika memang kemunduran Lautenschläger dari ECB ini benar-benar didorong oleh rasa tidak setuju pada keputusan ECB, maka kesenjangan anggota berpandangan hawkish dan dovish di ECB akan semakin meningkat. Brzeski berharap jika Presiden ECB selanjutnya, Christine Lagarde, mampu memperbaiki keadaan internal dalam Dewan ECB.

 

Euro Semakin Tertekan

Berkurangnya satu anggota hawkish di ECB membuat kebijakan bank sentral Zona Euro ini diproyeksi semakin sulit keluar dari arah kebijakan moneter longgar. Akibatnya, nilai tukar Euro merosot terhadap beragam mata uang rivalnya, terutama Dolar AS.

Grafik di bawah ini memperlihatkan pelemahan EUR/USD yang sudah menembus level kunci 1.10 pasca munculnya berita pengunduran diri Sabine Lautenschläger. Pair ini bahkan ditutup di level 1.0919 pada perdagangan kemarin (26/September), yang merupakan titik terendah sejak Mei 2017. Saat berita ditulis pada sesi Eropa hari Jumat (27/September), Euro terus melemah hingga menyentuh 1.0915.

nilai tukar eur vs usd

Terhadap mata uang mayor lain, nilai tukar Euro juga berada di zona merah. EUR/JPY melemah 0.13 persen, EUR/CAD merosot 0.21 persen, begitu pula dengan EUR/AUD yang terperosok sebesar 0.19 persen. Terhadap mata uang Antipodean, Euro juga menunjukkan pelemahan tajam. Meski demikian, Euro masih relatif unggul terhadap Franc Swiss dan Pound yang hingga kini dibebani oleh perkara Brexit.

290298

Sudah terjun di dunia jurnalis sejak 2013. Aktif menulis di media cetak, online, dan website pribadi dengan berbagai macam topik. Selain itu, juga trading saham sejak 2018.