OctaFx

iklan

Efek Pernyataan Trump Memudar, Dolar AS Melemah Lagi

Dolar AS melemah versus Euro, Yen Jepang, dan Franc Swiss, karena rencana pemangkasan pajak Trump belum tentu terwujud.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Indeks Dolar AS (DXY) sempat rebound kencang kemarin, setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menggelontorkan stimulus fiskal masif untuk menopang perekonomian AS. Akan tetapi, posisinya terguling kembali sebesar 0.37 persen ke level 96.13 dalam perdagangan hari ini (11/Maret).

Greenback terutama melemah versus Euro, Yen Jepang, dan Franc Swiss. Saat berita ditulis menjelang akhir sesi Asia, EUR/USD telah melejit lebih dari 0.5 persen ke kisaran 1.13368. USD/CHF diperdagangkan melemah 0.4 persen ke kisaran 0.9360-an, sedangkan USD/JPY anjlok lebih dari 0.9 persen ke kisaran 104.60.

DXY Daily

Pada hari Selasa, Presiden AS Donald Trump menyatakan akan meminta Kongres AS untuk memberikan pemangkasan pajak dan stimulus fiskal lain guna menanggulangi dampak wabah virus Corona dan perang harga minyak. Namun Parlemen AS belum tentu mengabulkannya, mengingat stimulus fiskal berpotensi memengaruhi elektabilitas dalam pemilu presiden AS yang akan diadakan pada tanggal 3 November 2020. Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Penasehat Ekonomi Larry Kudlow juga menilai pemberian cuti berbayar bagi karyawan dan pinjaman lunak untuk UKM akan lebih bermanfaat dalam situasi ini.

Di sisi lain, pelaku pasar cenderung bersikap ekstra hati-hati menanggapi gejolak beruntun lintas sektor. Likuiditas pasar cenderung minim, sehingga pergerakan semakin ekstrim.

"Sekarang masih terlalu dini untuk mengatakan sentimen pasar telah berbalik positif. Rebound kemarin dalam Dolar dan aset berisiko (lain) merupakan suatu jenis rebound yang sering Anda lihat dalam downtrend," kata Shinji Ishimaru, analis mata uang senior MUFG Bank, sebagaimana dilansir Reuters tadi pagi, "Selain kebijakan ekonomi, fokusnya akan terletak pada seberapa jauh AS bisa membendung infeksi (virus Corona) untuk menjaga perekonomian berjalan. Ini sebuah ketidakpastian besar."

US CDC melaporkan kenaikan kasus infeksi virus Corona di AS sebanyak 224 menjadi 696 pada hari Selasa (10/Maret), sedangkan jumlah korban meninggal bertambah 6 menjadi 25 orang. Seiring dengan eskalasi wabah ini, pasar keuangan mengharapkan pemerintah dan bank sentral AS untuk meluncurkan stimulus. Meski Trump bakal kesulitan menggolkan rencana stimulus-nya, tetapi Federal Reserve masih diharapkan memangkas suku bunga setidaknya 50 basis poin dalam review kebijakan pekan depan.

Ekspektasi suku bunga lebih rendah tersebut berkontribusi besar terhadap tekanan bearish yang diderita oleh Greenback saat ini. Tahun lalu, Dolar AS masih berperan menjadi salah satu mata uang target carry trade dibanding mata uang mayor lain yang bersuku bunga negatif. Namun, ekspektasi ini membuat pelaku pasar melepas posisi carry trade mereka; berimbas pada pelemahan Dolar AS dan penguatan fund currencies seperti Euro, Yen, dan Franc.

292285

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.