OctaFx

iklan

Ekonomi Terus Melemah, Pesanan Mesin Inti Jepang Merosot

Sekalipun dirilis lebih baik dari ekspektasi, pesanan mesin inti Jepang bulan Maret kembali memasuki zona minus dan diperkirakan akan semakin melemah pada kuartal kedua tahun ini.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex - Pada hari Rabu (20/Mei), Departemen Statistik Jepang merilis data Core Machinery Orders atau Pesanan Mesin Inti untuk periode bulan Maret. Data tersebut mengalami kemerosotan dari 2.3 persen menjadi -0.4 persen dalam basis bulanan. Meskipun demikian, laporan pagi ini masih lebih baik ketimbang forecast ekonom yang memprediksi penurunan hingga -6.8 persen.

Pesanan Mesin Jepang

Pesanan Mesin yang berbalik ke zona negatif sepanjang periode Maret sebenarnya telah diantisipasi oleh pelaku pasar, terutama setelah rilis buruk data GDP kuartal pertama tahun ini yang resmi mengantarkan Jepang ke zona resesi.

Walaupun pesanan mesin ukuran besar cukup positif, tapi kenaikannya dinilai bersifat temporer dan berpeluang mengalami penurunan lebih jauh di tengah lesunya sektor manufaktur Jepang pada kuartal kedua tahun ini.

"Kemunduran kecil pada pesanan mesin inti Jepang bulan Maret kemungkinan akan memicu terjadinya kejatuhan investasi untuk kuartal kedua. Kondisi ini terkonfirmasi oleh data awal mengenai adanya penurunan pesanan mesin untuk pasar domestik pada bulan April yang jatuh ke level terlemah dalam lebih dari satu dekade terakhir," kata Tom Learmouth, ekonom Jepang di Capital Economics.

Rilis suram data pesanan mesin inti ada bulan Maret dan tanda-tanda kejatuhan pesanan menjadi sorotan pelaku pasar. Pasalnya, data Machinery Orders merupakan indikator yang dapat memprediksi kondisi belanja modal dalam enam hingga sembilan bulan ke depan. Kemerosotan yang terjadi baru-baru ini seolah mengonfirmasi bahwa perekonomian Jepang bakal menghadapi tantangan berat hingga akhir tahun.

 

USD/JPY Gagal Lanjutkan Reli

Rilis data Pesanan Mesin Inti Jepang pagi ini tidak berdampak signifikan terhadap pergerakan mata uang Yen versus Dolar AS. Pada saat berita ini diturunkan, pair USD/JPY berada di kisaran 107.77, menguat 0.07 persen dari harga Open harian, tetapi masih belum keluar dari range pergerakan hari sebelumnya.

Ekonomi Terus Melemah, Pesanan Mesin

Fokus investor selanjutnya tertuju pada Bank of Japan (BoJ) yang akan mengadakan pertemuan darurat pada hari Jumat besok (22/Maret). Bank sentral tersebut diekspektasikan untuk menggelar meeting guna mengatur skema perbankan dalam upaya menggenjot pinjaman pada perusahan yang terkena dampak Covid-19.

Download Seputarforex App

292967

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.