Advertisement

iklan

Ekspektasi Fed Rate Hike Makin Dekat, Dolar Jadi Jawara

Penulis

+ -

Akselerasi inflasi cenderung suportif bagi spekulasi kenaikan suku bunga The Fed yang lebih cepat, sehingga melandasi reli kurs dolar AS di pasar forex.

iklan

iklan

Seputarforex - Akselerasi inflasi di negeri Paman Sam bukan hanya memastikan pengumuman tapering oleh Federal Reserve dalam pekan ini, melainkan juga suportif bagi spekulasi kenaikan suku bunga The Fed yang lebih cepat. Hal ini melandasi reli kurs dolar AS terhadap beragam mata uang lain.

Greenback melambung pada penutupan perdagangan pekan lalu, kemudian mempertahankan keunggulannya pada awal pekan ini. Indeks dolar AS (DXY) bertengger pada kisaran 94.20-an, sementara USD/JPY kembali mendaki ke rekor tertinggi sejak Oktober 2018. Saat berita ditulis menjelang akhir sesi Asia (1/November), EUR/USD dan GBP/USD juga kompak tertekan dekat harga penutupan pekan lalu. 

USDJPY Daily Grafik  USD/JPY Daily via Tradingview.com

Indeks Harga PCE Amerika Serikat bulan September 2021 melonjak dari 4.2 persen menjadi 4.4 persen dalam pelaporan Jumat lalu, sedangkan indeks harga PCE inti stabil pada laju 3.6% ((Year-on-Year). Pelaku pasar langsung menanggapinya dengan menggenjot ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Fed Funds Rate sontak mengisyaratkan bahwa pasar memperhitungkan 90% peluang untuk kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin per Juni 2022, kemudian diikuti oleh satu kali kenaikan lagi pada Desember 2022.

Kabar tersebut menegaskan ekspektasi hawkish untuk pengumuman kebijakan The Fed dalam dua hari ke depan. Pelaku pasar sudah lama meyakini The Fed bakal mengumumkan pengurangan bertahap atas program Quantitative Easing-nya mulai akhir tahun ini hingga tahun 2022. Tapi pengumuman tapering itu saja mungkin tak cukup memadai untuk menggenjot kurs USD pasca-FOMC mendatang, karena pasar berharap rilisan Dot Plot (prakiraan suku bunga versi para pejabat The Fed) mengonfirmasi ekspektasi rate hike mulai pertengahan tahun 2022 tadi.

Yen Jepang menjadi mata uang mayor yang terdampak paling besar, karena ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed semakin memperlebar selisih yield obligasi USD dan JPY . Di samping itu, pasar baru terbebas dari ketidakpastian politik ringan yang sempat membayangi pemilu legislatif Jepang pada akhir pekan lalu. Partai LDP di bawah PM Fumio Kishida mempertahankan kursi mayoritas parlemen, sehingga memastikan keberlanjutan kebijakan ekonomi Jepang mendatang.

"Penurunan dalam ketidakpastian politik bermain dengan sedikit pelemahan yen pagi ini," kata Shinichiro Kadota, pakar strategi FX senior di Barclays, "(Namun) penggerak yang lebih besar dalam arah dolar-yen ke depan tetap The Fed."

Bank sentral Australia (RBA) juga bakal menggelar rapat kebijakan pada hari Selasa mendatang. Namun, RBA sudah berulang kali menampik spekulasi pasar seputar kenaikan suku bunga lebih awal. Berdasarkan prakiraan resmi RBA, perubahan suku bunga baru akan terlaksana pada tahun 2024.

Download Seputarforex App

296702
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Buka melalui
https://bit.ly/seputarforex

Atau akses dengan cara:
PC   |   Smartphone

AWAS
Grup Telegram Palsu Mengatasnamakan Seputarforex!

Baca Selengkapnya Di Sini