Advertisement

iklan

Ekspektasi Rate Cut The Fed Kian Santer, Dolar AS Terpukul

Di tengah wabah virus Corona yang makin meluas, pasar meyakini The Fed akan kesulitan mengelak dari pemotongan suku bunga, dan memperkirakan Fed Rate Cut terjadi pada April 2020.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Dolar AS jatuh di sesi perdagangan Kamis (27/Februari) malam ini akibat yield obligasi US Treasury yang terus merosot hingga ke level terendah baru. Para investor masih mengekspektasikan bahwa The Fed akan memotong suku bunga untuk mengimbangi dampak penyebaran virus Corona terhadap ekonomi global. Saat berita ini ditulis, Indeks Dolar AS (DXY) anjlok 0.63 persen ke 98.52.

Setelah sempat memperkirakan bahwa Rate Cut The Fed akan kembali terjadi pada bulan Juni, kini perkiraan pasar lebih maju. Mereka memprediksi bahwa bank sentral AS akan memotong suku bunga sebesar 25 basis poin pada rapat FOMC April mendatang. Pemotongan suku bunga mungkin akan dilakukan sebanyak tiga kali hingga Maret 2021.

Tak hanya The Fed, European Central Bank (ECB) juga diprediksi kuat akan menurunkan suku bunga sebanyak 10 basis poin pada Juli mendatang. Menurut survei yang dikutip oleh Reuters, prospek pemotongan suku bunga ECB mencapai 80 persen.

Lantas, mengapa Dolar AS melemah sedangkan Euro malah naik pamor? Menurut para analis, hal ini karena suku bunga The Fed masih lebih tinggi daripada ECB. Hal itu membuat peluang pemotongan suku bunga The Fed masih lebih besar ketimbang ECB. Oleh sebab itulah, investor lebih memilih untuk menjual Dolar AS mereka saat ini.

eurusd

"Ekspektasi Rate Cut telah mendapatkan momentum, dan ekspektasi suku bunga AS sedang turun lebih banyak daripada suku bunga di Zona Euro," kata analis Thu lan Nguyen dari Commerzbank.

Untuk selanjutnya, Nguyen memperkirakan bahwa naik turunnya Dolar AS akan bergantung pada data ekonomi yang dipengaruhi oleh virus Corona dan perdagangan di luar China.

 

Rilis Durable Goods Orders Dan Preliminary GDP AS

Terlepas dari isu pemotongan suku bunga, malam ini Amerika Serikat merilis sejumlah data ekonomi. Durable Goods Orders dalam basis bulanan turun dari 2.9 persen ke -0.2 persen. Meski demikian, penurunan tersebut masih lebih baik daripada ekspektasi penurunan ke -1.5 persen.

Selain itu, Preliminary GDP AS per kuartal terpantau tumbuh 2.1 persen sesuai dengan ekspektasi. Data untuk kuartal empat tahun 2019 tersebut stagnan jika dibandingkan dengan GDP AS kuartal ketiga 2019. Apabila menilik perolehan GDP AS secara tahunan, maka pertumbuhan hanya 2.3 persen, masih jauh dari target Presiden Donald Trump di level 3 persen.

gdpas

292153

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.