Harga Emas Bersinar Jelang Konferensi Pers Donald Trump

Emas naik lagi gara-gara pelemahan Dolar AS dan keresahan terkait proses Brexit. Saat ini pasar tengah menanti konferensi pers Donald Trump untuk mengetahui kejelasan rencana kebijakan ekonominya.

iklan

Advertisement

iklan

Advertisement

Seputarforex.com- Harga emas di sesi Asia pada hari Rabu (11/01) terpantau naik sejalan dengan sebagian besar pelaku pasar yang menunggu sinyal dan kejelasan terkait dengan rencana kebijakan ekonomi AS pada konferensi pers Donald Trump nanti. Saat berita ini diturunkan, pair XAU/USD diperdagangkan di level harga 1,186 Dolar AS. Di samping itu, harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk menguat di level harga Rp 585,000.

 Harga Emas Bersinar Jelang Konferensi Pers Donald Trump

 

Sementara itu, pada Comex New York Mercantile Exchange harga emas berjangka untuk pengiriman bulan Februari meningkat sebesar 0.11 persen ke level harga 1,186 Dolar AS per troy ons. Sedangkan harga perak futures untuk pengiriman bulan Maret di level 16.84 Dolar AS per troy ons; dan harga tembaga futures untuk pengiriman bulan Maret ke level 2.620 Dolar AS per pound, menanjak sebesar 0.27 persen.

Selama sesi perdagangan Selasa kemarin, harga emas meningkat ke level tertinggi enam bulan, terdukung oleh tingginya permintaan emas di China jelang perayaan imlek dan pelemahan Dolar AS. Seperti yang diketahui bahwa dengan adanya pelemahan Dolar AS maka harga logam mulia ini menjadi lebih murah bagi mereka yang membeli dengan mata uang asing lain.

Kenaikan harga emas di level tinggi juga dipicu oleh keresahan terkait proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Pernyataan Perdana Menteri Theresa May yang dianggap condong ke "hard brexit" membuat mata uang pound sterling melemah dan mampu meningkatkan permintaan aset safe haven emas.

 

Pelaku Pasar Tunggu Konferensi Pers Donald Trump

Saat ini pasar tengah menantikan indikasi tertentu sehubungan dengan rencana kebijakan ekonomi oleh Donald Trump setelah ia resmi dilantik sebagai Presiden ke-45 AS pada pekan depan. Menurut Word Bank, rencana Trump untuk memotong pajak dan program belanja infrastruktur kemungkinan dapat menaikkan pertumbuhan ekonomi AS, meskipun ketidakpastian tentang kebijakan perdagangan menambah risiko lagi. Akan tetapi, langkah Trump tersebut bisa jadi akan membuat dampak positif stimulus fiskal sia-sia jika Trump membuat masalah terkait hubungan perdagangan dengan negara lain.

Menurut survei Bloomberg beberapa waktu lalu, beberapa investor kini tengah mewaspadai kecenderungan proteksionisme Donald Trump yang diprediksi akan mengganggu perdagangan dan pertumbuhan ekonomi global. Selain itu hasil survei juga menyebutkan, ketidakpastian politik ini akan menyebabkan permintaan terhadap aset safe haven logam mulia emas naik, sehingga memicu peningkatan harga si logam kuning ini. Walaupun demikian, World Bank berpendapat bahwa masih terlalu dini untuk menilai dan menimbang apa saja dampak yang mungkin terjadi dari kebijakan ekonomi Donald Trump.

Pernah menempuh pendidikan di Fakultas Sastra, jurusan Sastra Inggris konsentrasi Linguistik, Unversitas Negeri Malang. Menyukai bidang kepenulisan dan dunia penerjemahan ekonomi dan bisnis sejak tahun 2013 silam. Saat ini menjadi jurnalis di Seputarforex yang bertanggung jawab untuk menulis berita emas dunia, forex, dan saham.

Selengkapnya

Juli 19 16:43

1,216.55 ( 0.88%)

Support : 1,222.81
Pivot : 1,225.85
Resistance : 1,230.41

100% Sell 100% Sell 100% Sell

100% Sell
Selengkapnya