Prospek Suku Bunga AS Naik, Emas Menguat Akibat Tensi Geopolitik

Emas menguat hingga dekati level tertinggi dua pekan pada sesi perdagangan hari Selasa dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik Spanyol dan Korea Utara.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Harga Emas menguat hingga dekati level tertinggi dua pekan pada sesi perdagangan hari Selasa (10/10) seiring dengan perlemahan dollar AS dan dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik Spanyol dan Korea Utara. Hal itu meningkatkan kekhawatiran di kalangan Investor, sehingga lebih memilih Emas sebagai safe haven.

Prospek Fed Hike Rate Meningkat, Emas

Kecemasan Investor menyeruak saat Korea Utara merayakan hari berdirinya partai yang berkuasa di sana, sehari sebelumnya Rusia dan China menyerukan Korea Utara untuk menahan diri, menyusul sebuah posting Twitter Presiden Trump yang mengisyaratkan opsi militer ada dalam pikirannya.

Sementara itu ketegangan geopolitik juga mewarnai Spanyol dimana pemimpin separatis Catalonia, Carles Puigdemont dijadwalkan akan berpidato di hadapan parlemen region Barcelona pada pukul 16:00 GMT untuk meminta majelis dalam upaya deklarasi kemerdekaan dari Madrid.

Indeks Dollar (DXY) terpantau mengalami koreksi menyusul aksi profit taking oleh Investor. Namun bagaimana-pun masih berada dalam posisi tinggi 10 pekan, terutama setelah rilis data NFP AS bulan September pada Jumat pekan lalu menunjukan perlambatan payroll bersifat sementara dikarenakan badai.

“Bank Sentral AS akan melakukan Rate Hike pada bulan Desember mendatang, jadi kami melihat Emas mungkin akan berada di kisaran $1,250 per ounce dimana ketidakpastian geopolitik akan menyokong Emas”, ucap analis komoditas Societe Generale, Robin Bhar.

Di sisi lain, saham global menyentuh rekor tinggi pada hari Selasa sehingga membatasi kenaikan Emas. Selain faktor geopolitik Spanyol dan Asia Timur, Prospek Rate Hike oleh Fed ikut menahan penguatan logam mulia berwarna kuning itu. Menurut Fed funds futures, Investor melihat probabilitas sebesar 90 persen bagi Bank Sentral AS menaikan suku bunga di akhir tahun.

“Kami masih mengulangi pandangan sebelumnya bahwa Emas akan tetap mendapatkan tekanan secara jangka pendek. Penguatan Dollar, pasar ekuitas yang kokoh dan kenaikan suku bunga, semua akan menjadi penghalang bagi rally Emas”, ucap INTL FCStone dalam sebuah pernyataan tertulis.

Pada pukul 20:23 WIB, harga Emas berada di level $1,289.55 per ounce setelah sempat menyentuh level high harian 1,292.39. Sementara itu Emas Berjangka AS pengiriman bulan Desember berada di level $1,291 per ounce.

280526

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.

20 Agustus 2019 07:46

1,495.65 ( 0.00%)

Support : 1,488.87
Pivot : 1,500.64
Resistance : 1,507.45

100% Buy 100% Buy 100% Buy

100% Buy
Selengkapnya