Advertisement

iklan

Harga Emas Turun Drastis Ke 1505, Merespon Reli Dolar AS

Fungsi emas sebagai safe haven saat ini kalah unggul dibandingkan Dolar AS, di tengah kondisi ketidakpastian politik AS dan perkembangan perdagangan AS-China.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Seputarforex - Harga emas terjun hingga lebih dari 1 persen di sesi perdagangan Kamis (25/September) malam, hampir kembali mendekati level psikologis $1,500. Pasalnya, pernyataan optimis Trump soal kesepakatan dengan China membuat minat risiko kembali meningkat.

Harga emas spot merosot 1.2 persen ke $1,513.75 per ounce, setelah sempat mencapai level tertinggi sejak awal bulan di $1,535.60. Harga emas futures juga menunjukkan penurunan 1.3 persen ke $1,520.70. Grafik XAU/USD berikut ini menunjukkan kemerosotan yang lebih dalam, yakni mencapai 1.76 persen ke 1505.05.

xauusd

 

Dolar AS Menguat Di Tengah Isu Pemakzulan Trump, Emas Turun

Indeks Dolar AS melompat ke level tinggi dua pekan karena fungsinya sebagai safe haven di tengah isu pemakzulan Presiden AS Donald Trump. Setelah kemarin Partai Demokrat merilis impeachment inquiry sebagai langkah awal memakzulkan presiden, malam ini, transkrip pembicaraan antara Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky resmi dipublikasikan Gedung Putih. Di tengah gejolak tersebut, harga emas cenderung melemah.

"Hal ini (mundurnya harga emas) dimulai dengan menguatnya Dolar AS sehingga melemahkan harga logam-logam dan minyak. Dolar AS dipandang sebagai safe haven," kata George Gero, analis dari RBC Wealth Management.

 

Perkembangan Negosiasi AS-China

Selain gejolak politik, perkembangan negosiasi AS-China juga menjadi faktor yang berpengaruh besar pada pergerakan harga emas. Namun untuk malam ini, harga emas mundur setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa AS-China punya peluang untuk mencapai kesepakatan dalam waktu yang lebih cepat daripada ekspektasi.

"Mereka sangat ingin mencapai kesepakatan... Hal itu dapat terjadi lebih cepat daripada yang Anda bayangkan," kata Trump di hadapan awak media di New York.

Pernyataan tersebut berkebalikan dengan sebelumnya, saat presiden AS tersebut mengkritik praktik perdagangan China dan mengatakan bahwa ia tak akan menerima "kesepakatan yang buruk" dengan macan Asia tersebut.

290268

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.

12 November 2019 08:06

1,455.73 ( 0.00%)

Support : 1,447.74
Pivot : 1,456.86
Resistance : 1,464.83

Hold 50% Buy 50% Buy

24% Buy
Selengkapnya