Advertisement

iklan

Eropa Naikkan Suku Bunga Paling Jumbo Dalam Sejarah

Penulis

+ -

ECB menyatakan siap untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut demi mengatasi kenaikan inflasi.

iklan

iklan

Seputarforex - Pasangan mata uang EUR/USD mengalami volatilitas tinggi selama tiga hari terakhir hingga menyentuh level 1.0110. Sejumlah faktor memengaruhi Single Currency, termasuk keputusan suku bunga bank sentral Eropa (ECB) kemarin serta koreksi teknikal tajam yang diderita dolar AS hari ini (9/September).

EURUSD Daily Grafik EUR/USD Daily via TradingView

ECB akhirnya merealisasikan kenaikan suku bunga jumbo yang diharapkan oleh pelaku pasar sejak beberapa bulan lalu. Suku bunga acuan deposit ECB meningkat sebesar 75 basis poin menjadi 0.75 persen, sedangkan suku bunga refinancing meningkat sampai 1.25 persen, dan suku bunga pinjaman overnight naik sampai 1.50 persen.

Ini merupakan skala kenaikan suku bunga ECB terbesar sepanjang sejarah. Di saat yang sama, ECB juga menyatakan siap untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut demi mengatasi kenaikan inflasi.

"Berdasarkan penilaian saat ini, Dewan Gubernur memperkirakan akan menaikkan suku bunga lebih lanjut dalam beberapa rapat mendatang untuk meredam permintaan dan menjaga risiko pergeseran ekspektasi inflasi yang terus-menerus ke atas," demikian diungkapkan dalam pernyataan ECB, "Tekanan harga terus menguat dan meluas di seluruh perekonomian, dan inflasi dapat meningkat lebih lanjut dalam waktu dekat."

Dalam konferensi pers pasca-pengumuman tersebut, Presiden ECB Christine Lagarde menyatakan ia memperkirakan ECB akan menaikkan suku bunga "lebih dari dua (kali), tapi kurang dari lima (kali)" dalam rapat ke depan. Ia menekankan bahwa kenaikan suku bunga 75 basis poin bukan hal yang lazim bagi bank sentral. Di sisi lain, ia tak menjawab siklus pengetatan ECB kali ini akan dilakukan sampai tingkat bunga berapa.

ECB menaikkan prakiraan inflasi rata-rata untuk tahun ini sampai 8.1 persen, dari prakiraan 6.8 persen pada Juni. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi tahun ini dan tahun depan masing-masing diperkirakan sebesar 3.1 persen dan 0.9 persen. Lagarde mengklaim resesi tidak akan terjadi, melainkan perekonomian akan mengalami stagnasi selama enam bulan ke depan.

Euro tak menguat dengan pesat seusai pengumuman suku bunga ECB kemarin, tetapi berhasil ditutup di atas ambang paritas 1.000 terhadap dolar AS. Reli lanjutan hari ini berkaitan dengan koreksi teknikal atas dolar AS yang sudah lama dinantikan pasar.

Download Seputarforex App

298200
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.