iklan

Euro Jeblok Gegara Data PMI Agustus Loyo

Data PMI Zona Euro untuk bulan Agustus (preliminer) menampilkan kemunduran signifikan. Padahal, data ini baru saja rebound pada bulan Juli.

iklan

iklan

Seputarforex - Euro ambruk lebih dari 0.6 persen ke kisaran 1.1786 versus dolar AS dalam perdagangan sesi Eropa hari ini (21/Agustus), menyusul rilis data Purchasing Managers' Index (PMI) yang teramat mengecewakan. EUR/JPY bahkan anjlok lebih dari 0.7 persen ke kisaran 124.56, sementara EUR/GBP nyaris flat lantaran Sterling baru saja dihantam berita buruk dari meja perundingan dagang pasca-brexit.

EURUSD DailyGrafik EUR/USD Daily via Tradingview.com

IHS Markit merilis laporan preliminer yang memuat penurunan pada skor indeks PMI untuk sektor manufaktur maupun jasa bulan Agustus. Skor PMI Jasa jatuh dari 54.7 menjadi 50.1, lebih rendah dari ekspektasi pasar yang dipatok pada 54.5. Skor PMI Manufaktur juga selip dari 51.8 menjadi 51.7, padahal pasar mengharapkannya naik jadi 52.9. Situasi ini sangat kontras dengan laporan PMI Zona Euro dari periode sebelumnya.

"Berdasarkan hasil survei provisional PMI, momentum pertumbuhan lintas sektor swasta di zona Euro melemah pada bulan Agustus. Baik aktivitas bisnis maupun pesanan baru mengalami kenaikan moderat dengan laju lebih lambat dibandingkan PMI," papar IHS Markit.

Data PMI dari Jerman dan Prancis, dua negara ekonomi terbesar di kawasan Euro, malah menampilkan kinerja paling mengecewakan. Skor PMI Komposit Jerman tergelincir dari 55.3 menjadi 53.7, lebih rendah dibanding estimasi awal yang sebesar 55.0. Skor PMI Manufaktur Prancis malah merosot drastis dari 52.4 menjadi 49.0. Perlu diketahui, laporan PMI menjadikan ambang 50.0 sebagai pemisah antara kondisi kontraksi (perlambatan) dengan ekspansi (pertumbuhan).

"Sebuah kemunduran membayangi, tetapi (kemunduran) ini lebih besar dibanding ekspektasi kami," kata Claus Vistesen, Kepala Ekonom Zona Euro di Pantheon Macroeconomics, tentang data PMI Prancis, "Tidak menyenangkan melihat barometer manufaktur terbuang ke bawah 50 begitu cepat setelah rebound. Detail mengungkap bahwa pesanan baru melambat, terutama di sektor manufaktur. Sedangkan pertumbuhan output dan penjualan terutama digerakkan oleh perekonomian domestik. Pesanan baru dan penjualan ke pasar mancanegara tetap berada di bawah tekanan."

Download Seputarforex App

294091

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone