Euro Menguat Tipis Berkat Perbaikan Produksi Industri Jerman

Euro menguat didongkrak data produksi industri Jerman, tetapi analis memeringatkan bahwa outlook fundamental tetap suram.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Euro menguat lebih dari 0.2 persen ke kisaran 1.0995 terhadap Dolar AS pada pertengahan sesi Eropa hari ini (8/Oktober), menyusul publikasi laporan produksi industri Jerman. Produksi industri di negeri ekonomi terbesar Uni Eropa itu mengalami pemulihan secara mengejutkan pada bulan Agustus. Namun, para analis memeringatkan bahwa perbaikan kemungkinan hanya sementara saja. Outlook fundamental tetap suram menjelang diberlakukannya tarif impor baru oleh Amerika Serikat terhadap produk-produk asal Eropa.

EURUSD Daily

Produksi industri Jerman meningkat 0.3 persen (Month-over-Month) pada bulan Agustus 2019, sekaligus mencatat rekor terbaik dalam lima bulan terakhir. Berita ini memberikan sedikit angin segar bagi pelaku pasar. Akan tetapi, outlook industri tetap buruk. Laju produksi masih tercatat minus 4 persen tahun ini, sedangkan laporan yang dirilis hari Senin menunjukkan bahwa pesanan pabrikan terus menerus merosot.

"Produksi industri selalu volatile selama bulan-bulan musim panas, sehingga September akan lebih penting untuk menilai apakah kita benar-benar bisa mengatakan ada pembalikan tren," kata Peter van den Houte dari bank terkemuka asal Belanda, ING. Ia menambahkan "Dalam hal ini, gelagat tetap buruk. Data kemarin menunjukkan pesanan industri sebenarnya melambat lebih lanjut pada bulan Agustus, (sehingga) sedikit harapan untuk perubahan nyata."

Pihak pemerintah Jerman mengakui pula buruknya outlook ekonomi saat ini. Sebagaimana diungkapkan dalam pernyataan resmi Kementrian Ekonomi, "Terlepas dari pemulihan tipis baru-baru ini, industri tetap dibayangi perlambatan. Kelemahan dalam permintaan masih tetap ada."

Masalah ekonomi Jerman dan Uni Eropa akan bertambah, karena Amerika Serikat siap memberlakukan tarif impor terhadap miliaran Dolar AS produk asal kawasan ini mulai pekan depan. Prospek tercapainya kesepakatan brexit dengan Inggris juga kian memudar, padahal perceraian tanpa deal antara kedua kawasan berpotensi memperburuk kondisi ekonomi kedua belah pihak.

290453

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.