Advertisement

iklan

Euro Tumbang Meski Laju Inflasi Sesuai Ekspektasi

Walaupun rilis data inflasi Zona Euro menunjukkan pertumbuhan sesuai ekspektasi, Euro terus melemah karena ketidakpastian arah kebijakan bank sentral Eropa (ECB).

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Dalam perdagangan hari ini (17/Januari), Euro melanjutkan kemunduran versus USD yang berlangsung sejak sesi New York kemarin lantaran apresiasi Greenback dan ketidakpastian domestik. Meskipun rilis data inflasi Zona Euro menunjukkan pertumbuhan sesuai ekspektasi, masih ada ketidakpastian terkait arah kebijakan bank sentral Eropa (ECB) ke depan. Saat berita ditulis, EUR/USD telah tumbang 0.23 persen di level 1.1110 dan EUR/JPY mundur 0.27 persen di level 122.36, meskipun Euro masih unggul versus Pound.

EURUSD Daily

Eurostat melaporkan bahwa inflasi konsumen inti tumbuh stabil 1.3 persen (Year-on-Year) pada bulan Desember 2019. Data tersebut selaras dengan estimasi awal dan pencapaian pada periode sebelumnya. Pertumbuhan inflasi bulanan pun cukup memuaskan. Akan tetapi, data ini dirilis hanya sehari setelah publikasi notulen rapat kebijakan ECB yang merefleksikan sinyal mixed, sehingga justru berpengaruh negatif terhadap Euro.

Notulen dari rapat kebijakan ECB Desember 2019 yang dirilis kemarin malam, memuat beragam komentar positif tentang inflasi Zona Euro. Katanya, ada "sejumlah indikasi" bahwa inflasi inti mengalami peningkatan. Lebih lanjut, ECB mengklaim data mengarah pada dinamika pertumbuhan yang lemah, tapi stabil. Kemunduran sektor industri Eropa juga diharapkan akan terhenti sebelum menular ke sektor jasa. Meski demikian, ECB juga mencatat bahwa "kebijakan bisa disesuaikan untuk mengurangi efek samping yang tidak diinginkan".

Hingga saat ini, pelaku pasar masih menilai ECB lebih cenderung untuk mempertahankan kebijakan yang sudah ada ketimbang mengutak-atik suku bunga ataupun Quantitative Easing lagi. Ekspektasi itu senada dengan keputusan Gubernur ECB Christine Lagarde untuk mengadakan evaluasi kebijakan menyeluruh dalam tahun 2020 tanpa menyatakan kecenderungan dovish maupun hawkish.

Di saat yang sama, ada secercah kekhawatiran menyusul laju inflasi yang stagnan sebagaimana ditampilkan dalam laporan hari ini, bukannya terakselerasi menuju target inflasi 2 persen. Apalagi, ada rumor bahwa Lagarde melarang para pejabat ECB berkomentar tentang kebijakan moneter secara publik sebelum rapat kebijakan digelar lagi pada tanggal 23 Januari mendatang.

291687

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.